Raih Beasiswa Garuda, Begini Perjuangan Dua Pelajar Bekasi Hingga Masuk ke Kampus Luar Negeri
Raih Beasiswa Garuda, Begini Perjuangan Dua Pelajar Bekasi Hingga Masuk ke Kampus Luar Negeri

Raih Beasiswa Garuda, Begini Perjuangan Dua Pelajar Bekasi Hingga Masuk ke Kampus Luar Negeri

Frankenstein45.Com – 19 Juni 2026 | Dua pelajar asal Bekasi, Keiza (17 tahun) dan Ravi (18 tahun), baru-baru ini berhasil mengukir prestasi dengan meraih Beasiswa Garuda yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud). Beasiswa ini termasuk yang paling kompetitif di Indonesia, dengan seleksi ketat yang menilai prestasi akademik, kemampuan bahasa, dan potensi kepemimpinan.

Berawal dari keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat internasional, kedua pemuda ini menempuh perjalanan yang tidak mudah. Keiza, yang berasal dari keluarga sederhana, harus bekerja paruh waktu sebagai tutor untuk membantu biaya hidup dan persiapan tes. Sementara Ravi, meski memiliki dukungan orang tua, harus mengatasi rasa kurang percaya diri dalam ujian bahasa Inggris.

Berikut rangkaian langkah yang mereka tempuh hingga diterima:

  1. Identifikasi beasiswa: Menelusuri situs resmi Kemdikbud dan forum pendidikan untuk menemukan Beasiswa Garuda.
  2. Persiapan akademik: Mengikuti les tambahan untuk meningkatkan nilai UN dan IPK, serta mengikuti kursus intensif TOEFL/IELTS.
  3. Pengajuan berkas: Menyusun CV, surat motivasi, dan rekomendasi guru secara detail.
  4. Ujian seleksi: Menghadiri tes tertulis, wawancara, dan asesmen psikologis yang menilai kompetensi kepemimpinan.
  5. Pengumuman hasil: Setelah melewati semua tahap, Keiza dan Ravi diumumkan sebagai salah satu dari 200 pendaftar yang terpilih.

Dengan beasiswa tersebut, Keiza melanjutkan studi S1 di bidang Teknik Elektro di University of Queensland, Australia, sementara Ravi memilih jurusan Ilmu Komputer di University of Tokyo, Jepang. Kedua program tersebut mencakup biaya kuliah penuh, tunjangan hidup, serta asuransi kesehatan selama masa studi.

Keberhasilan mereka tidak hanya membuka peluang pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Bekasi. Kedua pelajar tersebut berkomitmen untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan, dengan harapan dapat berkontribusi pada pengembangan teknologi dan inovasi di tanah air.