Frankenstein45.Com – 21 April 2026 | Pasar smartphone menengah-atas kembali diguncang dengan peluncuran Realme Note 60X, namun antusiasme konsumen tampak memudar setelah serangkaian ulasan mengidentifikasi sejumlah kelemahan yang signifikan. Dari desain hingga performa, rangkaian masalah ini menyebabkan banyak calon pembeli menunda atau membatalkan rencana pembelian.
Desain dan Ergonomi yang Dipertanyakan
Realme Note 60X mengusung bodi tipis dengan upaya meniru tren desain rata tanpa tonjolan kamera. Meskipun terlihat modern, pendekatan ini mengorbankan ruang internal untuk modul kamera, serupa dengan konsep Uni Chassis yang pernah dipamerkan Infinix Note 60 Ultra. Kekurangan ruang optik membatasi fleksibilitas lensa, sehingga sensor utama tidak dapat memanfaatkan aperture lebar atau elemen tambahan yang dibutuhkan untuk kualitas foto yang konsisten.
Kualitas Kamera yang Tidak Memuaskan
Meski mengklaim sensor utama 64MP, hasil foto Realme Note 60X menunjukkan noise berlebih pada kondisi low‑light dan detail yang hilang pada zoom digital. Desain kamera rata mengakibatkan penempatan sensor yang kurang optimal, mengurangi jarak fokus internal dan meningkatkan suhu saat penggunaan intensif seperti perekaman video 4K atau zoom panjang. Hal ini berpotensi memperpendek umur komponen optik.
Baterai dan Pengisian Daya yang Membatasi Mobilitas
Realme Note 60X dibekali baterai 5000mAh dengan dukungan pengisian cepat 33W. Namun, konsumsi daya pada beban tinggi (gaming, streaming) menghabiskan daya lebih cepat dibandingkan kompetitor yang menawarkan baterai 7000mAh dan pengisian 100W, seperti yang diterapkan pada Infinix Note 60 Ultra. Pengguna melaporkan kebutuhan mengisi daya setidaknya dua kali dalam sehari, menurunkan kepraktisan bagi mereka yang mengandalkan ponsel sepanjang hari.
Performa yang Tertinggal
Di dalam, Realme Note 60X mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 7200 yang dipasangkan dengan RAM 8GB. Meskipun cukup untuk tugas sehari-hari, benchmark menunjukkan kinerja di bawah ekspektasi kelas menengah-atas, terutama pada beban multitasking berat dan game dengan grafis tinggi. Pengalaman lag dan frame rate turun menjadi keluhan umum di kalangan gamer mobile.
Masalah Panas dan Stabilitas
Desain bodi rata yang mengurangi ruang sirkulasi udara menyebabkan akumulasi panas yang berlebih saat prosesor bekerja pada puncak. Pengguna melaporkan suhu mencapai 45°C selama sesi gaming, yang tidak hanya mengganggu kenyamanan tetapi juga dapat memicu throttling performa. Solusi pendinginan yang minim menjadi faktor utama mengapa banyak konsumen menghindari perangkat ini.
Software dan Pembaruan yang Lambat
Realme Note 60X menjalankan Realme UI berbasis Android 13, namun catatan pembaruan keamanan dan versi OS baru terkesan lambat. Dalam era di mana keamanan data menjadi prioritas, ketertundaan pembaruan menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang sadar akan risiko siber.
Harga yang Tidak Sejalan dengan Nilai
Dengan harga peluncuran sekitar Rp4.199.000, Realme Note 60X berada pada segmen yang kompetitif. Namun, mengingat kekurangan pada kamera, baterai, dan performa, nilai yang ditawarkan terasa kurang memadai bila dibandingkan dengan alternatif lain yang menyediakan spesifikasi lebih baik dengan harga serupa atau bahkan lebih murah.
Kesimpulannya, Realme Note 60X menghadapi serangkaian tantangan yang mengurangi daya tariknya di pasar yang semakin kompetitif. Desain inovatif tanpa tonjolan kamera ternyata menimbulkan kompromi pada kualitas optik dan pendinginan. Baterai yang tidak cukup besar, performa yang berada di bawah standar kelas menengah-atas, serta pembaruan software yang lambat menambah daftar keluhan. Kombinasi faktor‑faktor ini menjelaskan mengapa banyak konsumen memilih untuk menunda atau membatalkan pembelian, mencari opsi lain yang menawarkan keseimbangan lebih baik antara desain, kinerja, dan harga.




