Frankenstein45.Com – 07 Mei 2026 | Perusahaan otomotif asal Amerika Serikat, Tesla, masih menghadapi rintangan signifikan dalam upaya memperkenalkan sistem Full Self‑Driving (FSD) di jaringan jalan Eropa. Badan pengatur transportasi Uni‑Eropa menunda proses persetujuan karena sejumlah isu terkait keselamatan, standar teknis, dan kepatuhan regulasi.
Berbagai faktor menjadi alasan utama penundaan ini:
- Kurangnya data uji coba yang memadai dalam kondisi cuaca ekstrem, seperti salju tebal dan hujan deras yang umum di banyak negara anggota.
- Ketidakjelasan tentang cara sistem FSD menangani situasi darurat, termasuk interaksi dengan kendaraan darurat dan pejalan kaki.
- Persyaratan pelaporan data yang lebih ketat, di mana regulator mengharapkan akses real‑time ke log kendaraan selama fase uji coba.
- Isu interoperabilitas dengan infrastruktur transportasi yang berbeda, misalnya tanda jalan digital dan sistem manajemen lalu lintas yang bervariasi antarnegara.
Jika persetujuan diberikan, Tesla berencana meluncurkan pembaruan FSD secara bertahap, dimulai dari wilayah dengan infrastruktur digital yang paling maju, seperti Jerman dan Belanda. Namun, regulator menegaskan bahwa setiap fase harus memenuhi standar keselamatan yang ketat sebelum dapat diteruskan ke pasar yang lebih luas.
Penundaan ini berpotensi menunda rencana ekspansi Tesla di pasar Eropa, yang selama ini menjadi fokus utama perusahaan untuk meningkatkan penjualan kendaraan listrik dan teknologi otonom. Di sisi lain, keputusan regulator mencerminkan upaya bersama untuk memastikan bahwa inovasi tidak mengorbankan keselamatan publik.




