Frankenstein45.Com – 07 Mei 2026 | Rektorat Universitas Mataram (Unram) resmi menghentikan acara nonton bareng (nobar) film berjudul “Pesta Babi” yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal tertentu. Keputusan tersebut diumumkan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Sujita, dengan alasan menjaga situasi tetap kondusif di lingkungan kampus.
Acara yang diprakarsai oleh kelompok mahasiswa dan dipublikasikan melalui media sosial itu menimbulkan protes dari sejumlah elemen mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum yang menilai tema film tersebut mengandung unsur sensitif serta dapat menyinggung nilai moral dan budaya lokal.
- Film “Pesta Babi” merupakan karya sutradara Dandhy Laksono yang mengangkat tema kontroversial tentang industri peternakan babi di Indonesia.
- Beberapa pihak mengkhawatirkan bahwa penayangan film tersebut di ruang terbuka kampus dapat memicu perdebatan yang mengganggu proses belajar mengajar.
- Rektorat menilai bahwa prioritas utama adalah menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, dan tidak menimbulkan provokasi.
Wakil Rektor Sujita menegaskan bahwa keputusan pembubaran bukan berarti menolak kebebasan berekspresi, melainkan menyesuaikan dengan kebijakan internal kampus yang melarang penyelenggaraan acara yang dapat memicu ketegangan sosial. Ia menambahkan bahwa pihak penyelenggara acara diharapkan dapat mengajukan program alternatif yang lebih sesuai dengan nilai-nilai universal dan etika akademik.
Reaksi mahasiswa terbagi. Sebagian mengapresiasi langkah rektorat yang dianggap bijaksana, sementara kelompok lain menilai keputusan tersebut sebagai bentuk sensor terhadap seni dan kebebasan akademik. Diskusi lebih lanjut dijadwalkan akan diadakan dalam pertemuan forum mahasiswa‑dosen pada minggu depan.
Kasus ini menambah deretan kontroversi seputar film “Pesta Babi” yang sejak dirilis menimbulkan perdebatan publik mengenai kebebasan artistik versus sensitivitas budaya. Pihak kampus Unram menegaskan kembali komitmen untuk menyeimbangkan kedua aspek tersebut demi terciptanya lingkungan pendidikan yang harmonis.




