Frankenstein45.Com – 14 April 2026 | Proyek revitalisasi Gedung Sate di Bandung resmi dimulai dengan langkah signifikan: pengalihan Jalan Diponegoro. Kebijakan ini bertujuan menciptakan satu kesatuan area upacara kenegaraan yang lebih luas, sekaligus mengintegrasikan plaza depan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu.
Berikut beberapa poin utama dalam rencana revitalisasi:
- Pengalihan Jalan Diponegoro: Jalan utama yang melintasi sisi selatan Gedung Sate akan dialihkan ke jalur alternatif, memungkinkan pembentukan taman terbuka dan area parkir tertata.
- Integrasi Plaza dan Gasibu: Plaza depan Gedung Sate akan disambungkan langsung dengan Lapangan Gasibu melalui jalur pejalan kaki yang lebar dan area hijau.
- Pengembangan fasilitas publik: Penambahan tempat duduk, pencahayaan artistik, serta instalasi seni yang mencerminkan sejarah Bandung.
- Timeline: Pekerjaan diperkirakan selesai dalam dua tahun ke depan, dengan tahap awal berupa pengalihan lalu lintas dan persiapan lahan.
Proses pengalihan lalu lintas dijadwalkan mulai bulan depan, dengan pemberitahuan resmi kepada masyarakat melalui media lokal dan papan informasi di titik-titik strategis. Pemerintah menegaskan bahwa selama masa konstruksi, akses ke gedung-gedung penting di sekitar kawasan tetap dijaga, serta alternatif rute telah disiapkan untuk meminimalisir gangguan.
Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keindahan visual Gedung Sate, simbol pemerintahan Jawa Barat, tetapi juga memperkuat identitas kota Bandung sebagai pusat kebudayaan dan kegiatan publik. Dengan ruang yang lebih luas, diharapkan dapat menampung lebih banyak acara berskala nasional maupun internasional, sekaligus memberikan ruang bersantai yang nyaman bagi warga.




