RI dan Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama Ekonomi 2026–2030
RI dan Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama Ekonomi 2026–2030

RI dan Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama Ekonomi 2026–2030

Frankenstein45.Com – 16 Mei 2026 | Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Belarus menandatangani kesepakatan penyusunan Roadmap Kerja Sama Ekonomi 2026–2030 dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 yang dilaksanakan di Jakarta. Kesepakatan ini menandai langkah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral di bidang perdagangan, investasi, teknologi, pertanian, serta keamanan dan pertahanan.

Roadmap yang akan disusun mencakup lima bidang prioritas utama: (1) peningkatan volume perdagangan bilateral, (2) promosi investasi lintas sektor, (3) kolaborasi riset dan inovasi teknologi, (4) pengembangan agribisnis dan industri pengolahan makanan, serta (5) pertukaran pengetahuan di bidang keamanan siber dan pertahanan. Setiap bidang akan diuraikan dalam rencana aksi tahunan yang melibatkan kementerian terkait dari kedua negara.

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Indonesia menekankan bahwa Belarus memiliki potensi besar di sektor teknologi industri dan pertanian modern, sementara Indonesia menawarkan pasar konsumen yang luas serta sumber daya alam yang melimpah. Kedua pihak sepakat untuk memfasilitasi kunjungan bisnis, pameran dagang, serta program pelatihan tenaga kerja guna mempercepat transfer teknologi.

Selain itu, delegasi Belarus menyatakan komitmen untuk meningkatkan investasi langsung di sektor energi terbarukan Indonesia, termasuk proyek tenaga surya dan bioenergi. Sebaliknya, Indonesia akan mendukung perusahaan Belarus dalam mengakses pasar ASEAN melalui mekanisme perdagangan bebas.

Roadmap ini juga akan mencakup pembentukan forum tahunan yang melibatkan pelaku usaha, akademisi, dan lembaga keuangan untuk memantau progres serta mengidentifikasi hambatan yang perlu diatasi. Target jangka menengah mencakup pertumbuhan perdagangan bilateral sebesar 15% per tahun dan peningkatan investasi bilateral menjadi minimal US$500 juta pada akhir periode 2026–2030.

Kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis di Eurasia sekaligus membuka peluang baru bagi Belarus dalam memperluas jaringan ekonomi di kawasan Asia‑Pasifik.