Frankenstein45.Com – 04 Juni 2026 | Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) baru‑baru ini merilis temuan penting yang menyoroti dampak negatif konsumsi rokok terhadap efektivitas Program MBG. Penelitian tersebut meneliti data rumah tangga di berbagai wilayah Indonesia dan mengaitkan kebiasaan merokok dengan penurunan manfaat yang diperoleh dari program bantuan sosial.
Hasil utama penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga yang mengonsumsi rokok mengalami penurunan signifikan pada nilai manfaat bersih yang dapat dirasakan. Faktor‑faktor yang berkontribusi meliputi:
- Biaya kesehatan yang meningkat akibat penyakit terkait rokok, mengurangi alokasi dana untuk kebutuhan lain.
- Penurunan produktivitas kerja karena gangguan pernapasan dan penyakit kronis.
- Beban ekonomi tambahan yang memaksa keluarga mengalihkan sebagian bantuan MBG untuk menutup biaya pengobatan.
Secara kuantitatif, rumah tangga perokok tercatat memiliki manfaat bersih sekitar 25‑30% lebih rendah dibandingkan dengan rumah tangga tidak merokok. Penurunan ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan jangka pendek, tetapi juga berpotensi memperlebar kesenjangan sosial ekonomi dalam jangka panjang.
Peneliti menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan kesehatan publik dan program bantuan sosial. Upaya pencegahan merokok, termasuk kampanye edukasi dan peningkatan akses ke layanan penghentian merokok, dianggap dapat memperkuat hasil Program MBG.
Selain itu, rekomendasi lain yang diajukan meliputi:
- Peningkatan integrasi data kesehatan pada sistem monitoring MBG.
- Penerapan insentif bagi rumah tangga yang berhasil berhenti merokok.
- Kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, dan lembaga penelitian untuk menyusun kebijakan yang lebih holistik.
Dengan menanggulangi kebiasaan merokok, diharapkan manfaat Program MBG dapat dirasakan lebih maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya keluarga berpendapatan rendah yang paling rentan.




