Frankenstein45.Com – 19 April 2026 | Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Pemerintah Kota Tangerang resmi meluncurkan inisiatif rumah modular sebagai bagian penting dari upaya percepatan Program Tiga Juta Rumah. Inisiatif ini menargetkan penyediaan hunian layak yang dapat bertahan hingga lima puluh tahun.
Rumah modular merupakan bangunan yang diproduksi secara prefabrikasi di pabrik, kemudian dirakit di lokasi akhir. Pendekatan ini menawarkan beberapa keunggulan:
- Waktu konstruksi yang signifikan lebih singkat, biasanya selesai dalam hitungan minggu.
- Kualitas material yang terkontrol secara ketat karena diproduksi di lingkungan pabrik.
- Biaya tenaga kerja yang lebih rendah dan risiko kesalahan konstruksi berkurang.
- Desain fleksibel yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah.
Program ini selaras dengan target Program Tiga Juta Rumah, yang menargetkan penyediaan tiga juta unit rumah layak pada akhir masa jabatan pemerintah. Dengan mengintegrasikan rumah modular, diharapkan:
- Peningkatan jumlah unit yang dapat diselesaikan setiap tahunnya.
- Pengurangan backlog rumah tidak layak di daerah perkotaan dan pinggiran kota.
- Peningkatan akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang aman dan nyaman.
Pilihan lokasi pertama untuk penerapan skala pilot adalah wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, dengan rencana pembangunan 500 unit rumah modular dalam fase awal. Setiap unit diperkirakan memiliki luas antara 30 hingga 45 meter persegi, dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti instalasi listrik, air bersih, dan sanitasi yang memenuhi standar nasional.
Beberapa tantangan yang diantisipasi meliputi kebutuhan akan tenaga kerja terampil dalam proses perakitan, adaptasi regulasi zonasi, dan edukasi masyarakat mengenai manfaat rumah modular. Pemerintah berkomitmen untuk mengatasi hal tersebut melalui program pelatihan, penyederhanaan perizinan, dan kampanye informasi publik.
Ke depan, Kementerian PKP berencana memperluas penggunaan rumah modular ke kota-kota lain di Indonesia, dengan target akhir mencapai 50.000 unit per tahun. Diharapkan, model ini tidak hanya mempercepat pencapaian target tiga juta rumah, tetapi juga menjadi contoh inovasi konstruksi berkelanjutan di tingkat nasional.




