Frankenstein45.Com – 25 April 2026 | Rupiah menguat hingga Rp17.205 per dolar AS pada sesi perdagangan terbaru, menandai pergerakan paling kuat sejak beberapa bulan terakhir. Menteri Keuangan, Purbaya, menegaskan bahwa penguatan ini bukan merupakan indikasi negatif bagi perekonomian negara.
- Kenaikan harga komoditas ekspor utama Indonesia, seperti batu bara dan kelapa sawit, meningkatkan aliran devisa.
- Stabilitas politik dan kebijakan fiskal yang konsisten memberikan kepercayaan kepada investor asing.
- Penurunan tekanan inflasi memungkinkan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga yang relatif moderat.
Menkeu Purbaya menambahkan bahwa pemerintah tetap optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi akan terus kuat hingga kuartal kedua tahun 2026. Proyeksi tersebut didukung oleh rencana investasi infrastruktur besar-besaran serta peningkatan konsumsi domestik.
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun nilai tukar yang lebih kuat dapat menurunkan biaya impor, pemerintah harus tetap mengawasi sektor-sektor yang sensitif terhadap perubahan kurs, seperti industri manufaktur yang mengandalkan bahan baku impor.
Secara keseluruhan, penguatan rupiah dipandang sebagai sinyal positif bagi stabilitas ekonomi, namun tetap memerlukan kebijakan yang hati-hati untuk menjaga keseimbangan antara ekspor, impor, dan inflasi.




