Frankenstein45.Com – 14 Mei 2026 | Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) yang dilaksanakan pada akhir April 2024 menghasilkan keputusan penting terkait restrukturisasi jajaran kepemimpinan perusahaan. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pengangkatan kembali beberapa anggota Direksi dan Komisaris serta menunjuk Ketut Pasek sebagai Direktur Utama yang akan memimpin WIKA mulai 1 Juni 2024.
Pengangkatan baru mencakup enam anggota Direksi dan tiga Komisaris, yang masing-masing memiliki pengalaman di sektor konstruksi, energi, dan pengelolaan proyek infrastruktur. Berikut ini susunan lengkap jajaran baru:
- Direktur Utama: Ketupat Pasek (dikenal sebagai Ketut Pasek)
- Direktur Operasional: Budi Santoso
- Direktur Keuangan: Siti Nurhayati
- Direktur Pengembangan Bisnis: Agus Pratama
- Direktur Teknologi dan Inovasi: Rina Wulandari
- Direktur Sumber Daya Manusia: Dedi Hartono
Komisaris yang dipilih kembali terdiri dari:
- Komisaris Utama: Dr. Hadi Wirawan
- Komisaris Independen I: Anita Sari
- Komisaris Independen II: Mahfud Zain
Keputusan pengangkatan ini diiringi dengan penetapan kontrak kerja baru bagi seluruh Direksi, yang mencakup remunerasi berbasis kinerja serta insentif jangka panjang. Kontrak tersebut menekankan pencapaian target pertumbuhan pendapatan, peningkatan profitabilitas, dan percepatan transformasi digital perusahaan.
Selain perubahan kepemimpinan, RUPST juga menyetujui penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian tahun 2023 yang menunjukkan kinerja stabil meski menghadapi tantangan inflasi dan penurunan nilai tukar. Ringkasan utama laporan keuangan dapat dilihat pada tabel berikut:
| Item | 2023 (dalam miliar Rp) | 2022 (dalam miliar Rp) |
|---|---|---|
| Pendapatan | 45.800 | 42.600 |
| Laba Bersih | 3.200 | 2.950 |
| Aset Total | 120.500 | 115.300 |
| Ekuitas | 68.400 | 65.100 |
Direktur Utama yang baru, Ketut Pasek, memiliki rekam jejak lebih dari 25 tahun di industri konstruksi nasional, termasuk pengalaman memimpin proyek infrastruktur strategis di Pulau Jawa dan Sumatera. Dalam sambutannya, ia menekankan fokus pada tiga pilar utama: optimalisasi portofolio proyek, digitalisasi proses operasional, dan penguatan tata kelola perusahaan.
Transformasi bisnis menjadi agenda utama WIKA ke depan. Rencana strategis mencakup ekspansi ke sektor energi terbarukan, pengembangan layanan EPC (Engineering, Procurement, Construction) berbasis teknologi BIM, serta peningkatan kolaborasi dengan mitra internasional. Target pertumbuhan pendapatan tahunan ditetapkan sebesar 8‑10 persen selama periode 2024‑2027.
Para pemegang saham juga memberikan mandat kepada Direksi untuk memperkuat mekanisme manajemen risiko, terutama terkait fluktuasi material konstruksi dan perubahan regulasi lingkungan. Implementasi sistem manajemen risiko terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor.
Dengan jajaran kepemimpinan yang baru dan rencana strategis yang ambisius, WIKA berharap dapat meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur Indonesia serta memperkuat posisi kompetitif di pasar regional.




