Rusia: Banyak Negara Tetap Tertarik Bergabung BRICS Meski Dihadapkan pada Tekanan Barat
Rusia: Banyak Negara Tetap Tertarik Bergabung BRICS Meski Dihadapkan pada Tekanan Barat

Rusia: Banyak Negara Tetap Tertarik Bergabung BRICS Meski Dihadapkan pada Tekanan Barat

Frankenstein45.Com – 15 Mei 2026 | Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menyampaikan bahwa sejumlah negara masih menunjukkan minat kuat untuk menjadi anggota baru BRICS, meskipun menghadapi tekanan politik dan ekonomi dari blok Barat. Dalam sebuah konferensi pers, Lavrov menegaskan bahwa keinginan negara‑negara tersebut bukan sekadar soal ekonomi, melainkan juga mencerminkan upaya memperkuat kerja sama multilateral di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Tekanan Barat yang dimaksud mencakup sanksi ekonomi, pembatasan akses ke pasar keuangan internasional, serta upaya diplomatik untuk menghalangi perluasan aliansi BRICS. Namun, Lavrov menolak anggapan bahwa tekanan tersebut dapat menghalangi proses integrasi. Ia menambahkan bahwa proses evaluasi keanggotaan baru akan tetap berlandaskan pada prinsip kedaulatan, kesetaraan, dan manfaat bersama.

Berikut ini adalah poin‑poin utama yang diutarakan Lavrov terkait prospek ekspansi BRICS:

  • Keinginan kuat dari negara‑negara berkembang untuk memperkuat posisi mereka dalam tata kelola ekonomi global.
  • Penekanan pada kerjasama di bidang energi, teknologi, serta pertahanan ekonomi yang tidak terikat pada kebijakan satu blok.
  • Penolakan terhadap sanksi unilateral yang dianggap menghambat pertumbuhan ekonomi anggota potensial.
  • Komitmen untuk memastikan proses keanggotaan baru melalui dialog terbuka dan mekanisme yang transparan.

Lavrov menutup pernyataannya dengan harapan bahwa BRICS dapat terus menjadi wadah yang inklusif, memungkinkan negara‑negara baru untuk berkontribusi pada agenda global yang lebih seimbang. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai keanggotaan akan diambil dalam pertemuan puncak berikutnya, dengan memperhatikan kesiapan masing‑masing negara calon anggota.