Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menegaskan kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, bahwa serangan udara terhadap ibu kota Ukraina, Kyiv, dapat terjadi kembali dalam waktu dekat. Dalam percakapan telepon yang berlangsung pada hari ini, Lavrov menekankan pentingnya evakuasi segera bagi seluruh staf kedutaan Amerika di Kyiv demi menghindari potensi korban jiwa.
Seruan tersebut muncul di tengah peningkatan intensitas serangan udara Rusia ke wilayah barat Ukraina sejak awal tahun ini. Pemerintah Kyiv telah melaporkan kerusakan infrastruktur sipil yang signifikan serta peningkatan jumlah korban di kalangan warga sipil.
- Ancaman baru: Lavrov menyatakan bahwa Rusia mempertimbangkan operasi bombardir lanjutan terhadap target strategis di Kyiv.
- Permintaan evakuasi: Rusia meminta Amerika Serikat untuk mengevakuasi diplomat, pekerja kedutaan, serta keluarga mereka secepatnya.
- Reaksi AS: Pihak Kedutaan Amerika di Kyiv belum memberikan komentar resmi, namun pernyataan sebelumnya menunjukkan kesiapan untuk menilai situasi keamanan secara berkelanjutan.
- Dampak diplomatik: Jika evakuasi dilaksanakan, hubungan diplomatik antara kedua negara dapat mengalami ketegangan lebih lanjut.
Para pengamat menilai bahwa seruan Lavrov dapat menjadi sinyal tekanan politik tambahan di tengah proses perdamaian yang masih terhambat. Sementara itu, warga Kyiv diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan keamanan yang dikeluarkan oleh otoritas setempat.




