Frankenstein45.Com – 09 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan menguat pada minggu ini meski berada di bawah bayang‑bayang koreksi. Pada penutupan sesi Jumat, 8 Mei 2026, IHSG mencatat kenaikan 1,15 % menjadi 7.174,32 poin. Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai tren positif yang terbentuk sejak 5 Mei masih berlanjut, namun mengingatkan bahwa penurunan di bawah 7.009 dapat memicu pergeseran menjadi bearish.
Target dan Level Kunci IHSG
Menurut riset harian Rosanova, target terdekat IHSG berada pada level resistensi 7.275 poin, dengan zona resistance selanjutnya di 7.403 dan 7.497. Di sisi support, level kritis terletak pada 7.009, 6.838, 6.727, dan 6.587 poin. Bagi pelaku pasar, pemantauan ketat pada level‑level ini menjadi kunci untuk mengantisipasi perubahan arah pasar.
Saham Undervalued yang Menjanjikan
Di tengah ketidakpastian tersebut, beberapa saham menunjukkan nilai intrinsik yang lebih tinggi dibandingkan harga pasar, menjadikannya kandidat menarik bagi investor yang mengincar peluang upside. Analis Binaartha menyoroti empat saham yang dianggap undervalued dan berpotensi memberikan imbal hasil yang signifikan.
| Kode Saham | Nama Perusahaan | Sektor | Alasan Undervaluation |
|---|---|---|---|
| ADMR | Alamtri Minerals Indonesia Tbk | Pertambangan | Harga saham masih di bawah nilai buku dan proyeksi EBITDA, didukung oleh permintaan nikel global yang kuat. |
| INDF | Indofood Sukses Makmur Tbk | Consumer Goods | Margin operasional stabil, namun valuasi P/E berada di level terendah dalam 5 tahun terakhir. |
| INKP | Indah Kiat Pulp & Paper Tbk | Kertas & Pulp | Penurunan harga bahan baku dan kebijakan pemerintah yang mendukung industri pulp meningkatkan profitabilitas. |
| PGEO | Pertamina Geothermal Energy Tbk | Energi Terbarukan | Proyek geothermal baru meningkatkan cadangan energi, sementara harga saham belum mencerminkan pertumbuhan jangka panjang. |
Keempat saham tersebut memiliki fundamental yang kuat, namun diperdagangkan dengan valuasi yang relatif rendah. Investor yang mengutamakan safety margin dapat mempertimbangkan menambah posisi pada saham‑saham ini, terutama jika IHSG tetap berada di zona support 7.009 atau lebih tinggi.
Strategi Menghadapi Volatilitas
- Perhatikan Level Support/Resistance IHSG: Menjaga eksposur saat indeks mendekati level support kritis dapat meminimalisir risiko.
- Diversifikasi Portofolio: Mengalokasikan sebagian dana ke saham undervalued dapat menyeimbangkan potensi kerugian dari pergerakan indeks.
- Gunakan Stop‑Loss: Menetapkan batas kerugian pada tiap posisi membantu melindungi modal saat pasar berbalik arah.
Dengan menggabungkan analisis teknikal IHSG dan penilaian fundamental saham, investor dapat menavigasi pasar yang sedang bergejolak. Meskipun prospek IHSG menunjukkan peluang kenaikan, risiko koreksi tetap nyata, sehingga pendekatan yang disiplin dan berbasis data menjadi sangat penting.
Kesimpulannya, dalam kondisi pasar yang berada di persimpangan antara bullish dan bearish, saham ADMR, INDF, INKP, dan PGEO muncul sebagai pilihan yang relatif undervalued. Memantau pergerakan IHSG serta menyesuaikan posisi secara dinamis akan membantu investor mengoptimalkan peluang keuntungan sambil menjaga eksposur risiko.




