Saksi Sebut Anggota BPK Korban Kebakaran Simatupang Sempat Berteriak
Saksi Sebut Anggota BPK Korban Kebakaran Simatupang Sempat Berteriak

Saksi Sebut Anggota BPK Korban Kebakaran Simatupang Sempat Berteriak

Frankenstein45.Com – 08 Mei 2026 | Pada 7 Mei 2024, sebuah kebakaran melanda gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Simatupang, Jakarta Selatan, menewaskan Anggota IV BPK Republik Indonesia, Haelul Saleh. Menurut saksi mata yang berada di lokasi, korban sempat mengeluarkan suara teriakan sebelum akhirnya tertelan api.

Saksi pertama, seorang petugas kebersihan yang bekerja di lantai dasar gedung, mengaku mendengar suara keras “Tolong!” yang berasal dari arah ruang kerja korban. “Saya langsung berlari ke atas, namun asap sudah begitu tebal. Saya lihat dia terjebak di antara meja dan rak, lalu dia berteriak minta tolong,” ungkapnya.

Saksi kedua, seorang pegawai administrasi yang berada di lantai tiga, menambahkan bahwa ia melihat api mulai menyebar dengan cepat setelah korsleting listrik terjadi di ruang server. “Saya sempat melihat Haelul berusaha membuka pintu darurat, tetapi pintu itu terkunci. Saat itu ia berteriak, namun suaranya teredam oleh kebisingan api,” katanya.

Berikut rangkuman kronologis kejadian berdasarkan keterangan saksi:

  • 07:15 – Korsleting listrik terjadi di ruang server.
  • 07:17 – Api mulai menyebar ke area kerja Haelul Saleh.
  • 07:18 – Haelul berusaha membuka pintu darurat, namun pintu terkunci.
  • 07:19 – Haelul berteriak meminta bantuan.
  • 07:20 – Tim pemadam tiba dan memulai pemadaman.
  • 07:35 – Badan BPK resmi mengonfirmasi korban meninggal dunia.

Pihak BPK melalui juru bicara menegaskan bahwa penyelidikan lengkap akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran serta kegagalan sistem keamanan. “Kami akan bekerja sama dengan Komisi Nasional Pengamanan (Komnas) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengidentifikasi faktor-faktor teknis maupun prosedural yang berkontribusi,” kata juru bicara BPK.

Selain itu, keluarga korban telah diberikan dukungan psikologis dan bantuan finansial sementara. Kementerian Keuangan juga mengumumkan rencana peninjauan kembali standar keselamatan gedung-gedung pemerintah guna mencegah tragedi serupa.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan pejabat publik dan masyarakat. Para ahli kebakaran menekankan pentingnya sistem alarm kebakaran yang terintegrasi, pintu darurat yang selalu dapat diakses, serta prosedur evakuasi yang rutin dilatih.

Sejauh ini, belum ada laporan resmi tentang penyebab pasti kebakaran, namun penyelidikan masih berlangsung intensif. Diharapkan temuan selanjutnya dapat menjadi pelajaran bagi institusi pemerintah dalam meningkatkan standar keselamatan kerja.