Frankenstein45.Com – 01 Mei 2026 | Mohamed Salah, penyerang andalan Liverpool, kembali menjadi sorotan utama dunia sepak bola menjelang akhir musim 2025/2026. Meski tengah menghadapi cedera otot ringan yang membuatnya absen dalam beberapa laga, bintang Mesir tersebut tidak hanya berjuang kembali ke lapangan, melainkan juga menegaskan tekadnya untuk menghindari tawaran liga Arab Saudi dan tetap berkarier di level tertinggi Eropa.
Negosiasi Transfer: Fokus pada Eropa, Bukan Arab Saudi
Menurut laporan yang beredar pada akhir April, agen Salah secara tegas menolak opsi pindah ke liga Arab Saudi. Pernyataan resmi dari pihak agen menyebut, “Kami tidak mempertimbangkan opsi Arab Saudi saat ini; kemungkinan besar tetap di Eropa.” Hal ini sejalan dengan keinginan Salah untuk mempertahankan standar kompetisi tertinggi menjelang Piala Dunia 2026.
Dalam rangka mencari alternatif, Salah telah melakukan dua pertemuan dengan klub Turki, Fenerbahçe, selama bulan Ramadan. Pada pertemuan tersebut, pemain berusia 33 tahun menuntut gaji tahunan sebesar 20 juta euro. Namun, negosiasi terhenti karena gejolak internal Fenerbahçe, termasuk pemecatan pelatih Domenico Tedesco dan pengunduran diri presiden Sadettin Saran. Meskipun demikian, pengamat memperkirakan bila situasi klub stabil, Salah dapat menjadi rekrutan utama dalam proyek baru kepemimpinan klub.
Cedera Ringan dan Kembalinya Salah
Di pertandingan Premier League melawan Crystal Palace pada 25 April 2026, Salah terpaksa dihentikan pada babak kedua setelah menampakkan gejala cedera hamstring. Pemeriksaan lanjutan mengonfirmasi bahwa cedera tersebut hanyalah otot ringan, bukan robekan serius. Klub mengumumkan bahwa pemain diperkirakan dapat kembali bermain dalam empat laga tersisa sebelum musim berakhir.
Statistik Salah musim ini tetap impresif meski harus beradaptasi dengan beban pertandingan yang padat. Ia mencatat 12 gol dan 9 assist dalam 38 pertandingan, termasuk dua gol krusial dalam tiga laga terakhir. Kontribusinya menjadi faktor utama Liverpool tetap berada di posisi empat klasemen sementara dan masih berpeluang lolos ke Liga Champions.
Pilihan Liverpool Tanpa Salah
Ketidakhadiran Salah dalam laga penting melawan Manchester United di Old Trafford memaksa manajer Arne Slot meninjau opsi-opsi alternatif di sisi kanan. Empat kandidat utama yang dipertimbangkan adalah:
- Jeremie Frimpong – Bek kanan asal Belanda yang menawarkan kecepatan, namun masih terbatas menit bermain di posisi tersebut.
- Cody Gakpo atau Rio Ngumoha – Pemain depan yang dapat digeser ke sisi kanan, walaupun Gakpo jarang tampil di posisi itu dalam beberapa musim terakhir.
- Dominik Szoboszlai – Mengubah peran menjadi lebih menyerang di sayap kanan, memberi keseimbangan taktis dan perlindungan bagi lini belakang.
- Federico Chiesa – Veteran Italia dengan pengalaman internasional, meski tidak menjadi starter reguler musim ini.
Keempat opsi tersebut mencerminkan fleksibilitas taktik Liverpool, namun tidak ada yang dapat sepenuhnya menggantikan pengaruh gol dan kreativitas Salah.
Masa Depan dan Warisan di Anfield
Jika proses pemulihan berjalan lancar, Salah dipastikan kembali tampil sebelum laga terakhir melawan Brentford. Pertandingan tersebut diprediksi menjadi momen perpisahan emosional di Anfield, mengingat pemain akan meninggalkan klub pada musim panas setelah sembilan tahun berbakti. Selama masa baktinya, Salah mencatat lebih dari 400 penampilan, 257 gol, serta menjadi pencetak gol terbanyak ketiga dalam sejarah Liverpool setelah Ian Rush dan Roger Hunt.
Selain prestasi individu, kontribusinya dalam meraih Liga Champions UEFA 2019, dua gelar Liga Inggris, dan beberapa trofi domestik meneguhkan statusnya sebagai ikon klub. Dengan kontrak yang akan berakhir, keputusan akhir – apakah tetap di Eropa, pindah ke Turki, atau menolak semua opsi – akan sangat dipengaruhi oleh ambisi pribadi menjelang Piala Dunia serta keinginan untuk mengakhiri karier di tanah kelahiran.
Secara keseluruhan, perjalanan Salah di fase akhir kariernya mencerminkan kombinasi antara profesionalisme, keinginan kompetitif, dan ikatan emosional dengan suporter Liverpool. Baik di lapangan maupun di ruang ganti, keputusan yang diambil akan menambah babak penting dalam sejarah sepak bola modern.




