Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) resmi meluncurkan inisiatif skala nasional untuk menurunkan emisi metana yang berasal dari sampah organik. Proyek ini merupakan langkah strategis dalam rangka memperkuat agenda pengurangan gas rumah kaca dan mendukung transisi ke ekonomi hijau.
Target utama proyek meliputi peningkatan pengelolaan sampah organik di seluruh wilayah, pengembangan teknologi pengolahan anaerobik, serta penyediaan insentif bagi pihak swasta yang berinvestasi dalam fasilitas pengolahan metana. Diharapkan dalam lima tahun ke depan emisi metana dari sektor sampah dapat berkurang hingga 30 persen dibandingkan level 2020.
- Pengembangan fasilitas digestor anaerobik di 50 kota besar.
- Penyediaan dana hibah sebesar Rp 1,5 triliun bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi pengolahan metana.
- Pelatihan tenaga kerja lokal tentang teknik pengomposan dan pemanfaatan biogas.
- Kolaborasi dengan lembaga riset internasional untuk optimalisasi proses dekomposisi.
Selain manfaat lingkungan, proyek ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan ketersediaan energi terbarukan, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. KLHK bersama mitra strategis, termasuk Bank Indonesia, Bappenas, dan lembaga keuangan hijau, berkomitmen untuk memantau pelaksanaan serta mengukur dampak secara berkala.




