Sampel DNA Korban Bus ALS di Muratara Dikirim ke Mabes Polri
Sampel DNA Korban Bus ALS di Muratara Dikirim ke Mabes Polri

Sampel DNA Korban Bus ALS di Muratara Dikirim ke Mabes Polri

Frankenstein45.Com – 08 Mei 2026 | Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan telah mengirimkan sampel DNA para korban tragedi bus ALS yang terjadi di Muratara, Kabupaten Ogan Ilir, ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Pengiriman ini bertujuan untuk mempercepat proses identifikasi jenazah yang masih belum dapat dipastikan identitasnya.

Insiden yang menimpa bus ALS pada tanggal 5 April lalu menewaskan lebih dari 70 orang penumpang, sebagian besar merupakan pekerja migran yang sedang dalam perjalanan pulang. Karena kondisi mayat yang rusak parah akibat benturan keras dan kebakaran, identifikasi visual tidak memungkinkan, sehingga otoritas mengandalkan teknik forensik DNA.

Berikut tahapan yang dilakukan oleh tim DVI dalam proses identifikasi:

  • Pengambilan sampel jaringan lunak (seperti otot atau jaringan lunak lainnya) dari jenazah yang masih dapat diakses.
  • Pencatatan data korban termasuk nomor identitas, nama, dan informasi keluarga yang tersedia.
  • Pengemasan dan pengiriman sampel DNA ke laboratorium forensik di Mabes Polri dengan prosedur keamanan yang ketat.
  • Analisis DNA di laboratorium Polri, mencocokkan hasil dengan sampel yang diberikan oleh keluarga korban atau database DNA nasional.
  • Penyampaian hasil identifikasi kepada keluarga korban serta pencatatan resmi untuk keperluan administrasi dan pemakaman.

Pimpinan DVI Polda Sumatera Selatan menyatakan bahwa proses pengiriman dan analisis akan dilakukan secepat mungkin, mengingat pentingnya kepastian identitas bagi keluarga yang tengah berduka. Ia menambahkan bahwa seluruh prosedur telah sesuai dengan standar internasional yang berlaku dalam penanganan bencana massal.

Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk memastikan hak-hak korban terpenuhi, termasuk pencairan santunan kematian dan bantuan lainnya.

Para keluarga korban diharapkan dapat memperoleh hasil identifikasi dalam beberapa minggu ke depan, tergantung pada beban kerja laboratorium dan ketersediaan sampel referensi DNA. Seluruh proses ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan emosional bagi mereka yang kehilangan orang terkasih dalam tragedi tersebut.