Frankenstein45.Com – 20 Mei 2026 | Sassuolo kembali menjadi sorotan utama Serie A setelah menelan kekalahan tipis 3-2 melawan Lecce pada pekan ke-37. Tanpa bek timnas Indonesia, Jay Idzes, tim asuhan Fabio Grosso tampak kehilangan keseimbangan, sementara talenta muda Ismael Kone mengonfirmasi nilai rilis sebesar €35 juta yang menambah kerumitan transfer klub di akhir musim.
Kekalahan Menyakitkan di Laga Penutup
Pertandingan yang digelar di Mapelli Stadium, Reggio Emilia, pada Senin 18 Mei 2026, dimulai dengan gol pembuka cepat dari Walid Cheddira pada menit ke-13. Empat menit kemudian, Sassuolo berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Armand Lauriente. Namun, Cheddira kembali memimpin keunggulan Lecce pada menit ke-24, membuat tim tuan rumah terpaksa menelan tekanan.
Sassuolo berjuang keras untuk kembali ke papan skor. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-81 ketika Andrea Pinamonti menegakkan gol penyama kedudukan menjadi 2-2. Sayangnya, laga berakhir dengan gol dramatis Nikola Stulic pada menit tambahan 90+5, memastikan kemenangan bagi Lecce.
Statistik menunjukkan bahwa meskipun Sassuolo mendominasi penguasaan bola, ketidakhadiran Idzes di lini belakang memberi celah yang dimanfaatkan lawan, terutama dalam transisi cepat yang berujung pada gol Cheddira.
Kehilangan Idzes Membuat Tim Timpang
Jay Idzes, yang biasanya menjadi tulang punggung pertahanan Neroverdi, absen karena cedera. Media Italia, termasuk Sassuolo News, menilai bahwa absennya Idzes membuat skuad menjadi timpang. Pelatih Fabio Grosso harus melakukan penyesuaian taktik, namun alternatif yang tersedia tidak dapat menutup kekosongan yang ditinggalkan oleh Idzes.
Meskipun demikian, Idzes tidak termasuk dalam daftar 11 pemain terburuk Serie A hingga pertandingan ke-37 yang dirilis oleh Tutto Mercato. Sebaliknya, ia bahkan pernah meraih penghargaan Man of The Match pada laga imbang 0-0 melawan Fiorentina di pekan ke-34, menegaskan konsistensi penampilannya.
Ismael Kone: Bintang Tengah Lapangan dengan Nilai Tinggi
Di tengah kekacauan defensif, Ismael Kone tetap menjadi sorotan. Gelandang asal Kanada ini mencatat enam gol dalam 34 penampilan Serie A, menarik minat klub-klub top seperti Inter Milan dan AC Milan. Pada konferensi pers pasca-laga melawan Lecce, Kone mengonfirmasi adanya klausul rilis €35 juta dalam kontraknya.
“Saya sangat bahagia dengan proyek Neroverdi saat ini, namun di dunia sepakbola tidak ada yang pasti,” ujar Kone. Ia menambahkan bahwa meskipun ada tawaran, ia masih ingin melanjutkan kontribusinya bersama Sassuolo untuk membantu tim mengamankan posisi liga yang lebih baik.
Daftar Pemain Flop Liga Italia: Siapa yang Masuk?
Selain pembicaraan tentang Idzes dan Kone, publikasi Italia Tutto Mercato merilis daftar 11 pemain terburuk hingga pertandingan ke-37. Berikut daftarnya:
- Yann Sommer (Inter) – 5,88
- Gabriele Zappa (Cagliari) – 5,71
- Simone Canestrelli (Pisa) – 5,72
- Honest Ahanor (Atalanta) – 5,70
- Valentino Lazaro (Torino) – 5,64
- Simon Sohm (Bologna) – 5,48
- Marius Marin (Pisa) – 5,68
- Teun Koopmeiners (Juventus) – 5,67
- Amin Sarr (Hellas Verona) – 5,37
- Henrikh Meister (Pisa) – 5,57
- Alvaro Morata (Como) – 5,61
Daftar tersebut menyoroti bahwa meskipun beberapa nama besar seperti Morata masuk, Jay Idzes tetap berada di luar, menegaskan kualitasnya di lini pertahanan.
Prospek Sassuolo Menuju Pekan Terakhir
Menjelang pertandingan penutup musim pada pekan ke-38, Sassuolo harus mencari solusi cepat untuk menutup celah defensif yang terbuka. Ketersediaan Idzes kembali dari cedera akan menjadi faktor krusial. Di sisi lain, keputusan tentang masa depan Ismael Kone akan menjadi topik hangat, mengingat nilai rilisnya yang tinggi dan minat klub-klub besar.
Jika Sassuolo dapat memperbaiki konsistensi di lini belakang dan memanfaatkan kreativitas Kone, peluang untuk menutup musim dengan posisi yang lebih baik di klasemen tetap terbuka. Namun, tekanan untuk mengatasi kekalahan melawan Lecce dan menyiapkan strategi transfer menjelang musim depan akan menjadi tantangan utama bagi Fabio Grosso dan manajemen klub.
Dengan satu pertandingan tersisa, harapan masih ada bagi Neroverdi untuk bangkit, memperbaiki catatan mereka, dan mengirimkan pesan kuat kepada pesaing sekaligus menegaskan nilai pemain kunci mereka di pasar transfer.




