Frankenstein45.Com – 05 April 2026 | Jakarta, 5 April 2026 – Mantan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas hilangnya tiga anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di Lebanon.
Ketiga prajurit TNI tersebut merupakan bagian dari kontingen Indonesia dalam misi penjagaan perdamaian PBB di wilayah Lebanon, yang dikenal dengan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Mereka dilaporkan menghilang pada akhir 2025 saat melakukan patroli rutin di zona penyangga. Hingga kini, tidak ada kepastian mengenai nasib mereka, memicu keprihatinan di dalam negeri dan menimbulkan tekanan internasional.
Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah konferensi pers pada 3 April 2026 menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyelidikan. “Kami menuntut agar PBB tidak hanya mencatat kasus ini secara formal, melainkan menggelar penyelidikan yang independen, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Prabowo.
SBY menambahkan, dukungan terhadap langkah tersebut mencerminkan komitmen Indonesia terhadap keamanan personel militer yang ditempatkan di luar negeri serta menegaskan peran aktif negara dalam forum internasional. “Kehilangan tiga prajurit kami bukan sekadar tragedi pribadi, melainkan isu keamanan nasional yang harus ditangani dengan serius oleh komunitas internasional,” kata SBY.
Berikut poin-poin utama yang disorot oleh SBY dan Prabowo:
- Permintaan penyelidikan independen oleh PBB atas hilangnya tiga prajurit TNI.
- Penegasan hak Indonesia untuk memperoleh informasi lengkap dan transparan.
- Peningkatan koordinasi antara Kedutaan Besar Indonesia di Beirut dengan Komando Pasukan Pengamanan (Kopassus) dan TNI.
- Dorongan agar komunitas internasional memperkuat mekanisme perlindungan pasukan penjaga perdamaian.
Pihak militer Indonesia melalui Pusat Informasi TNI (PusatInfo TNI) menyatakan kesiapan penuh untuk berkoordinasi dengan otoritas PBB dan pemerintah Lebanon demi menemukan kejelasan kasus ini. Sementara itu, perwakilan UNIFIL di Beirut mengonfirmasi bahwa investigasi awal sedang berlangsung, namun belum ada temuan definitif.
Kasus ini menambah daftar insiden yang menimpa pasukan penjaga perdamaian di kawasan Timur Tengah, meningkatkan sorotan internasional pada keamanan operasional UNIFIL serta perlunya reformasi prosedur keamanan di zona konflik.
Dalam suasana yang masih penuh ketegangan, keluarga korban menanti kabar pasti mengenai nasib orang tercinta. Pemerintah Indonesia berjanji akan terus memberikan dukungan moral dan material kepada keluarga serta memastikan proses investigasi berjalan secara adil.




