Selat Solo Sajikan Ragam Kuliner Idul Adha Selain Gulai
Selat Solo Sajikan Ragam Kuliner Idul Adha Selain Gulai

Selat Solo Sajikan Ragam Kuliner Idul Adha Selain Gulai

Frankenstein45.Com – 24 Mei 2026 | Selat Solo, kawasan bersejarah di tengah kota Solo, kembali menjadi sorotan menjelang Hari Raya Idul Adha. Selain gulai yang memang menjadi ikon kuliner lebaran di Jawa Tengah, wilayah ini menawarkan beragam pilihan menu yang cocok untuk melengkapi hidangan kurban.

Pencerita kuliner Ade Putri Paramadita mengungkapkan beberapa alternatif yang patut dicoba, mulai dari masakan berbahan daging hingga menu berbasis sayuran. Berikut rangkuman rekomendasi kuliner Idul Adha di Selat Solo.

  • Sate Kambing Khas Solo – Daging kambing yang dipotong kecil, ditusuk, dan dibakar dengan bumbu kecap manis serta rempah aromatik. Disajikan dengan sambal kacang pedas.
  • Nasi Kebuli – Nasi yang dimasak dengan kaldu daging, susu kambing, dan campuran rempah-rempah Timur Tengah, memberikan cita rasa gurih dan wangi.
  • Soto Daging – Kuah bening beraroma serai, jahe, dan kayu manis, diperkaya dengan potongan daging sapi atau kambing serta irisan daun bawang dan seledri.
  • Empal Gentong Solo – Daging sapi atau kambing yang direbus lama dengan bumbu kari khas Solo, kemudian dihidangkan dengan kuah kental dan lontong.
  • Pecel Kacang – Sayuran segar yang disiram saus kacang pedas, cocok sebagai pelengkap hidangan berat.
  • Rendang Kambing – Daging kambing dimasak perlahan dengan santan dan bumbu rempah hingga empuk dan berwarna coklat kehitaman.

Semua tempat ini tersebar di sekitar jalan Selat, mulai dari warung keluarga hingga restoran yang lebih modern. Pengunjung dapat menikmati suasana klasik kota Solo sambil menyantap hidangan yang menggabungkan cita rasa tradisional dengan sentuhan kontemporer.

Dengan pilihan menu yang variatif, warga Solo tidak lagi terbatas pada gulai sebagai satu-satunya hidangan Idul Adha. Keberagaman kuliner ini menjadi bukti kekayaan gastronomi daerah, sekaligus memberi peluang bagi para pengusaha kuliner lokal untuk mengembangkan menu kreatif yang tetap menghormati tradisi.