Frankenstein45.Com – 15 April 2026 | Pegadaian, perusahaan BUMN yang bergerak di bidang layanan gadai, kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Pada acara yang diselenggarakan di Hotel Four Seasons, Hong Kong, perusahaan ini berhasil meraih penghargaan “The Asset Triple A” dalam kategori “Best Social Bond/Sukuk – Non Bank Financial Institution (NBFI)”.
Penghargaan tersebut diberikan kepada institusi keuangan non‑bank yang paling menonjol dalam penerbitan sukuk sosial, sebuah instrumen obligasi syariah yang bertujuan mendukung proyek‑proyek berorientasi sosial. Penilaian meliputi transparansi, dampak sosial, struktur keuangan, serta kepatuhan terhadap standar ESG (Environmental, Social, Governance).
| Aspek Penilaian | Bobot |
|---|---|
| Transparansi dan Pelaporan | 30% |
| Dampak Sosial Terukur | 25% |
| Struktur Keuangan yang Stabil | 20% |
| Kepatuhan ESG | 15% |
| Inovasi Produk | 10% |
Dalam kompetisi tersebut, Pegadaian bersaing dengan sejumlah lembaga keuangan internasional yang juga aktif mengeluarkan sukuk sosial. Keunggulan Pegadaian terletak pada program “Sukuk Peduli” yang menyalurkan dana kepada usaha mikro, petani, dan pelaku usaha kreatif di daerah‑daerah terpencil, sekaligus memberikan imbal hasil yang kompetitif bagi investor.
- Penyaluran dana mencapai lebih dari Rp 1,2 triliun sejak peluncuran program.
- Target penerima manfaat mencakup lebih dari 15.000 usaha mikro di seluruh Indonesia.
- Imbal hasil sukuk berada pada kisaran 6‑7 % per tahun.
Penghargaan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan internasional terhadap kemampuan Indonesia dalam mengelola keuangan berkelanjutan. Selain itu, prestasi ini menjadi bukti bahwa BUMN dapat bersaing secara global dengan standar yang sama seperti institusi keuangan luar negeri.
Direktur Utama Pegadaian, dalam sambutannya, menyatakan bahwa penghargaan “The Asset Triple A” merupakan motivasi bagi perusahaan untuk terus mengembangkan produk keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Ia juga menambahkan bahwa Pegadaian akan memperluas jangkauan sukuk sosial ke pasar Asia‑Pasifik, dengan harapan dapat menarik lebih banyak investor institusional.
Ke depan, Pegadaian berencana meluncurkan seri sukuk baru yang mengintegrasikan teknologi blockchain untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pencatatan transaksi. Langkah ini sejalan dengan agenda nasional untuk mendorong transformasi digital di sektor keuangan.




