Frankenstein45.Com – 11 Juni 2026 | Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menilai bahwa penayangan FIFA World Cup 2026 melalui televisi publik TVRI dapat menjadi pendorong utama pergerakan ekonomi di berbagai daerah Indonesia. Menurutnya, siaran langsung turnamen sepak bola terbesar dunia ini akan menumbuhkan permintaan iklan, meningkatkan konsumsi media, serta memacu industri pariwisata dan perdagangan lokal.
Sinaga menekankan bahwa TVRI, sebagai lembaga penyiaran milik negara, memiliki jangkauan yang luas hingga ke pelosok negeri. Dengan menyiarkan 64 pertandingan secara gratis, jaringan televisi ini dapat menjangkau pemirsa yang sebelumnya belum terakses oleh layanan berbayar. Hal tersebut diyakini akan menambah nilai tambah bagi pelaku usaha yang menayangkan iklan, serta membuka peluang sponsor bagi UMKM di masing‑masing provinsi.
Beberapa dampak ekonomi yang diproyeksikan antara lain:
- Peningkatan pendapatan iklan televisi hingga 15‑20 % selama fase grup.
- Lonjakan penjualan produk bermerek nasional dan regional yang memanfaatkan momen pertandingan.
- Stimulus bagi sektor pariwisata, terutama daerah yang menjadi tuan rumah pertandingan persahabatan atau fan zone.
- Peningkatan konsumsi energi listrik dan layanan internet karena tingginya tingkat penonton.
Berikut perkiraan dampak ekonomi per daerah berdasarkan analisis awal Komisi VII:
| Daerah | Sektor Teruntungkan | Estimasi Peningkatan Pendapatan |
|---|---|---|
| Jawa Barat | IKLAN & Ritel | +18 % |
| Sumatera Utara | Pariwisata & Transportasi | +12 % |
| Kalimantan Timur | Produk Lokal & Logistik | +10 % |
| Sulawesi Selatan | Usaha Kecil & Kuliner | +14 % |
Sinaga menutup dengan mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan media untuk memaksimalkan manfaat ekonomi dari siaran ini. Ia berharap TVRI dapat terus menjadi platform strategis yang tidak hanya menyajikan konten hiburan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh Nusantara.







