Frankenstein45.Com – 05 Juni 2026 | Benteng Kuto Besak, yang terletak di pusat Kota Palembang, tetap menjadi ikon sejarah yang menggambarkan kejayaan Kesultanan Palembang pada abad ke-19. Bangunan berbatu ini tidak hanya menjadi saksi bisu pertempuran melawan penjajah, tetapi juga menjadi magnet wisata budaya yang terus menarik perhatian baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Baru-baru ini, kanal hiburan, gaya hidup, teknologi, dan otomotif milik ANTARA menyiarkan sebuah segmen khusus pada Kamis, 4 Juni, yang menyoroti fenomena peningkatan minat masyarakat terhadap Benteng Kuto Besak setelah ditampilkan dalam program kuliner televisi. Program tersebut menampilkan chef terkenal yang mengunjungi benteng, menyajikan masakan tradisional Palembang, dan mengaitkannya dengan latar sejarah situs.
Berikut beberapa dampak yang teridentifikasi dari penayangan kuliner tersebut:
- Peningkatan kunjungan: Data awal menunjukkan kenaikan jumlah pengunjung hingga 30% dalam dua minggu setelah tayangan ditayangkan.
- Kesadaran budaya: Penonton menjadi lebih tertarik mempelajari sejarah benteng dan tradisi kuliner setempat.
- Pendorong ekonomi lokal: Penjual makanan tradisional di sekitar area mengalami peningkatan penjualan signifikan.
- Pengembangan produk: Beberapa restoran lokal meluncurkan menu bertema Kuto Besak sebagai respons permintaan.
Statistik kunjungan sebelum dan sesudah penayangan dapat dilihat pada tabel berikut:
| Bulan | Jumlah Pengunjung |
|---|---|
| April 2024 | 12.450 |
| Mei 2024 | 13.200 |
| Juni 2024 (sebelum tayangan) | 13.500 |
| Juni 2024 (setelah tayangan) | 17.800 |
Para pengelola benteng menyambut baik respons positif tersebut, namun mereka tetap menekankan pentingnya menjaga integritas situs sebagai warisan sejarah. Upaya konservasi dan edukasi terus digalakkan, termasuk penyediaan materi informasi yang lebih lengkap bagi pengunjung.
Ke depan, diperkirakan akan ada lebih banyak kolaborasi antara media, pelaku kuliner, dan lembaga kebudayaan untuk memperkuat citra Benteng Kuto Besak sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan nilai historis, tetapi juga pengalaman kuliner yang autentik.




