Frankenstein45.Com – 14 April 2026 | Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar akan dilaksanakan pada 20-30 April 2026. Ujian ini menguji dua mata pelajaran utama, yaitu Matematika dan Bahasa Indonesia, dengan masing-masing 30 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 75 menit. Pemerintah menekankan pentingnya persiapan mental, fisik, dan strategi pengerjaan yang tepat, sehingga simulasi daring menjadi sarana utama bagi siswa untuk berlatih sebelum hari H.
Link Simulasi Resmi dan Cara Menggunakannya
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) telah meluncurkan situs Ayo Belajar TKA sebagai platform latihan. Alamat resmi dapat diakses melalui https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka. Panduan singkat berikut membantu siswa memanfaatkan layanan tersebut:
- Buka peramban web pada perangkat komputer atau tablet, lalu masukkan URL di atas.
- Pilih jenjang SD/MI/Sederajat, mata pelajaran wajib, dan pilih antara Matematika atau Bahasa Indonesia.
- Tekan tombol “Mulai Simulasi”. Sistem secara otomatis mengisi username dan password, sehingga cukup klik “Login”.
- Lengkapi data peserta seperti NIK, nama, jenis kelamin, tanggal lahir, serta token yang tertera di pojok kiri atas.
- Setelah semua data terisi, klik “Submit”, lalu pada halaman konfirmasi tes tekan “Mulai”.
- Selesaikan semua soal yang disajikan, kemudian klik “Selesai Tes”. Hasil beserta pembahasan akan langsung ditampilkan untuk evaluasi.
Materi Pokok yang Diujikan
Materi yang menjadi fokus ujian TKA SD mencakup kompetensi dasar yang telah dipersiapkan selama tahun ajaran. Berikut rangkuman materi utama:
Matematika
- Bilangan rasional: pecahan, desimal, persen, operasi hitung, kelipatan, faktor, KPK, FPB.
- Geometri: bentuk datar, konstruksi bangun ruang, visualisasi tiga dimensi.
- Pengukuran: satuan baku panjang, volume, berat, serta konversi satuan.
- Waktu dan laju: konversi satuan waktu, kecepatan, serta perhitungan sederhana.
- Bangun datar dan ruang: keliling, luas, volume kubus, balok, serta gabungan.
- Data dan statistik: interpretasi gambar, piktogram, diagram batang, tabel frekuensi.
Bahasa Indonesia
- Pemahaman tekstual: identifikasi kosakata, informasi tersurat, penyusunan ikhtisar.
- Pemahaman inferensial: penarikan kesimpulan, makna ungkapan, perubahan karakter dalam teks.
- Evaluasi dan apresiasi: menilai relevansi teks dengan kehidupan, mengaitkan unsur‑unsur teks, serta respons emosional terhadap teks fiksi.
Pengalaman Siswa Penyandang Disabilitas Netra
Di antara ribuan peserta, kisah Heri Gunawan, seorang siswa netra dari PKBM Guna Persada, menarik perhatian. Heri mengaku “deg‑degan” saat mengerjakan TKA, namun berhasil menyelesaikan semua soal berkat pendampingan intensif. Ia menyatakan bahwa tanpa bantuan pembacaan soal, proses mengerjakan menjadi sangat menantang, terutama pada soal yang berbasis visual.
Heri memanfaatkan beragam sumber belajar, mulai dari buku braille, audio digital, hingga bimbingan langsung dari guru. Meskipun demikian, ia menyoroti kesulitan pada materi geometri dan grafik yang memerlukan visualisasi. Ia berharap penyelenggaraan TKA ke depannya dapat memperpanjang waktu pengerjaan bagi penyandang disabilitas, sehingga mereka memiliki kesempatan yang lebih adil untuk memahami dan menjawab soal.
Teman sekelasnya, Stefhanie Yemimma Aurellia, juga menyatakan bahwa meski rasa panik muncul, persiapan sejak seminggu sebelum ujian membantu mengurangi kecemasan. Kedua siswa menekankan pentingnya dukungan pendidik dan fasilitas yang ramah disabilitas dalam proses evaluasi.
Harapan dan Rekomendasi
Pihak Kemenpendidikan menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas simulasi dan menyediakan aksesibilitas yang lebih baik. Rekomendasi dari peserta meliputi penambahan waktu ujian khusus bagi penyandang disabilitas, penyediaan materi audio‑visual yang lebih inklusif, serta pelatihan guru dalam mendampingi ujian adaptif.
Secara keseluruhan, simulasi TKA SD 2026 menjadi langkah strategis bagi siswa untuk mengasah kemampuan sebelum ujian sesungguhnya. Dengan materi yang terstruktur, panduan akses yang mudah, serta perhatian khusus pada inklusivitas, diharapkan hasil ujian dapat mencerminkan kompetensi sejati generasi muda Indonesia.
Para orang tua, guru, dan pemangku kebijakan diharapkan terus memantau proses latihan melalui platform resmi, sehingga setiap peserta dapat memasuki ruang ujian dengan kesiapan optimal dan rasa percaya diri yang tinggi.







