Spesial! Kontroversi Penalti, Penyelamatan Kinsky, dan Nasib Palhinha – Tottenham dalam Krisis Relegasi
Spesial! Kontroversi Penalti, Penyelamatan Kinsky, dan Nasib Palhinha – Tottenham dalam Krisis Relegasi

Spesial! Kontroversi Penalti, Penyelamatan Kinsky, dan Nasib Palhinha – Tottenham dalam Krisis Relegasi

Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Pertandingan lanjutan Premier League antara Tottenham Hotspur dan Leeds United pada 12 Mei 2026 kembali menyorotkan sisi dramatis sepakbola Inggris. Dalam laga yang berakhir imbang 1-1, dua insiden penting – keputusan tidak diberikannya penalti di menit-menit akhir serta penyelamatan gemilang kiper Antonin Kinsky – menjadi sorotan utama media dan suporter.

Kontroversi Penalti di Menit Tambahan

Menjelang akhir pertandingan, gelandang Spurs James Maddison terjatuh di dalam kotak penalti setelah menerima tantangan dari Lukas Nmecha Leeds. Pemain Spurs langsung mengajukan permohonan penalti kepada wasit Jarred Gillett, namun sang pengadil menolak dan melanjutkan permainan. VAR kemudian meninjau insiden tersebut, namun keputusan akhir tetap tidak mengubah keputusan wasit, dengan alasan bahwa Nmecha lebih dulu memainkan bola.

Pernyataan resmi Premier League yang dipublikasikan di akun Match Centre X menegaskan bahwa VAR telah memeriksa situasi dan mengkonfirmasi bahwa Nmecha mengontrol bola terlebih dahulu, sehingga penalti tidak diberikan. Keputusan ini memicu protes keras dari suporter Spurs yang menilai insiden tersebut layak mendapatkan tendangan bebas.

James Maddison kemudian meluapkan kekecewaannya melalui Instagram, mengklaim bahwa ia yang menyentuh bola, bukan Nmecha. Ia menyertakan screenshot dan menuduh para ofisial “petrified” untuk mengambil keputusan karena tekanan VAR. Meski demikian, pelatih Roberto De Zerbi tetap tenang dalam konferensi pers pasca laga, menolak mengkritik keputusan wasit.

Antonin Kinsky: Penyelamat Dua Kali

Di sisi lain, kiper muda Antonin Kinsky kembali memperlihatkan kualitasnya. Setelah kembali dari cedera Guglielmo Vicario, Kinsky menjadi pilihan utama di lini belakang Spurs. Pada laga melawan Leeds, ia berhasil melakukan dua penyelamatan dunia kelas, termasuk menepis tendangan kepala Joe Rodon pada menit ke‑21 dan menepis tembakan Sean Longstaff yang hampir masuk pada menit akhir.

Penampilan tersebut menjadi penentu dalam mempertahankan poin penting bagi Spurs, terutama mengingat mereka berada di zona relegasi. Kinsky, yang sebelumnya sempat dipertanyakan kemampuan menghadapi umpan silang, kini menunjukkan perkembangan signifikan dalam lima pertandingan terakhir.

Nasib Joao Palhinha di Musim Panas

Sementara itu, isu transfer Joao Palhinha menambah ketegangan di klub. Pemain tengah berusia 30 tahun tersebut dikabarkan ingin kembali ke Sporting CP, klub asalnya, meski Roberto De Zerbi mengungkapkan ketertarikan kuat untuk mempertahankannya. Menurut sumber Football Insider, keputusan akhir kini berada di luar kendali Tottenham, karena Palhinha tampaknya lebih mengutamakan alasan pribadi untuk kembali ke Portugal.

Jika Palhinha meninggalkan Spurs, De Zerbi harus mencari pengganti yang mampu menambah kedalaman lini tengah, terutama menjelang dua pertandingan terakhir yang krusial.

Perang Relegasi: Tottenham vs West Ham

Dengan hasil imbang melawan Leeds, Spurs kini unggul dua poin atas West Ham United dengan dua laga tersisa. Namun, perbedaan gol tetap menjadi faktor penentu; Spurs memiliki selisih gol –9, sedangkan West Ham –20. Menurut analisis Sports Mole, Tottenham membutuhkan lima poin dari dua pertandingan terakhir untuk memastikan keamanan, meski empat poin hampir cukup berkat selisih gol yang lebih baik.

Skema kemungkinan sangat beragam. Jika Spurs mengumpulkan enam poin (menang dua laga) dan West Ham mengumpulkan empat atau lima poin, Spurs pasti selamat. Sebaliknya, jika Spurs hanya mengamankan tiga poin dan West Ham memenangkan kedua pertandingan mereka, West Ham dapat melampaui Spurs pada peringkat akhir.

Jadwal terakhir menempatkan Spurs melawan Chelsea pada 24 Mei, sementara West Ham akan bertandang ke St James’ Park melawan Newcastle United. Kedua laga tersebut akan menjadi penentu nasib klub masing-masing.

Kesimpulan

Serangkaian peristiwa – dari kontroversi penalti yang menimbulkan perdebatan, penyelamatan gemilang Kinsky, hingga ketidakpastian transfer Palhinha – menegaskan betapa kritisnya fase akhir musim bagi Tottenham Hotspur. Dengan tekanan relegasi yang semakin intens, performa individu serta keputusan taktis akan menentukan apakah Spurs tetap bertahan di Premier League atau terpaksa beralih ke Championship pada musim berikutnya.