Wujudkan Hilirisasi, Aryo Djojohadikusumo Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka
Wujudkan Hilirisasi, Aryo Djojohadikusumo Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka

Wujudkan Hilirisasi, Aryo Djojohadikusumo Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka

Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Pengusaha sekaligus tokoh politik Aryo Djojohadikusumo mengumumkan rencana pembangunan pusat riset khusus untuk timah dan logam tanah jarang (rare earth elements/REE) di Pulau Bangka. Proyek ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya hilirisasi sumber daya mineral Indonesia, khususnya yang berlimpah di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Timah dan REE merupakan bahan baku strategis bagi industri elektronik, energi terbarukan, serta teknologi tinggi. Saat ini, sebagian besar produksi timah Indonesia masih diekspor dalam bentuk bahan mentah, sementara nilai tambahnya masih minim. Dengan mendirikan fasilitas riset di Bangka, diharapkan dapat mempercepat pengembangan proses pengolahan lanjutan, meningkatkan nilai tambah, serta membuka lapangan kerja bagi penduduk setempat.

Berikut beberapa poin utama terkait rencana tersebut:

  • Lokasi: Kawasan industri yang sudah ada di Bangka, dengan akses pelabuhan yang memudahkan distribusi bahan baku.
  • Fokus riset: Pengembangan teknologi pengolahan timah menjadi produk bernilai tinggi, serta pemrosesan REE untuk aplikasi baterai, magnet permanen, dan katalis.
  • Kolaborasi: Kerjasama dengan universitas, lembaga penelitian, dan perusahaan multinasional untuk transfer pengetahuan dan teknologi.
  • Investasi: Dana awal diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, dengan sumber pembiayaan dari dana pribadi Aryo serta potensi dukungan pemerintah.
  • Manfaat sosial‑ekonomi: Penciptaan ribuan lapangan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, dan kontribusi pada pendapatan daerah.

Proses perizinan masih dalam tahap finalisasi, namun Aryo menyatakan optimisme bahwa pembangunan dapat dimulai pada kuartal pertama tahun depan. Ia juga menekankan pentingnya dukungan regulasi yang mempermudah investasi di sektor riset dan pengembangan mineral.

Jika berhasil, pusat riset ini tidak hanya akan menguatkan posisi Indonesia sebagai produsen timah terbesar, tetapi juga menempatkan negara ini pada peta global sebagai pemain kunci dalam rantai pasok REE, yang semakin dibutuhkan dalam transisi energi bersih.