Stadion Surajaya Hidup Kembali: Persela Bangkit dengan Laga Persahabatan dan Rencana Bima Sakti untuk Musim Depan
Stadion Surajaya Hidup Kembali: Persela Bangkit dengan Laga Persahabatan dan Rencana Bima Sakti untuk Musim Depan

Stadion Surajaya Hidup Kembali: Persela Bangkit dengan Laga Persahabatan dan Rencana Bima Sakti untuk Musim Depan

Frankenstein45.Com – 08 Mei 2026 | Suasana Stadion Surajaya di Lamongan kembali riuh pada Rabu malam, 6 Mei 2026, ketika manajemen Laskar Joko Tingkir menyelenggarakan laga persahabatan bertajuk “Anniversary Game” melawan Deltras FC. Meskipun tidak termasuk kompetisi resmi Pegadaian Championship, pertandingan ini berhasil menarik hampir 7.500 penonton, menandai kembalinya atmosfer stadion yang sempat sepi akibat sanksi tanpa penonton sejak awal musim.

Atmosfer Stadion dan Antusiasme Suporter

Sejak siang hari, petugas keamanan dan panitia sudah menyiapkan segala kebutuhan, mulai dari pengaturan parkir hingga stand makanan. Suporter Persela, terutama kelompok LA Mania dan Curva Boys, mulai berdatangan setelah maghrib, menyanyikan yel-yel khas “Persela Laskar Joko Tingkir” dengan iringan drum yang menggema di tribun utara.

Seorang suporter bernama Aryo mengungkapkan kebahagiaannya dapat menonton tim kebanggaannya di kandang meski kompetisi resmi tidak lagi mengizinkan penonton. “Kami menunggu kesempatan langka ini, dan ketika tiket dibuka, semua langsung datang,” ujarnya.

Peran Ekonomi Lokal

Kembalinya penonton tidak hanya menghidupkan semangat sepakbola, tetapi juga memberi dorongan ekonomi bagi pedagang sekitar. Pedagang jersey seperti Khoirul mencatat peningkatan penjualan, sementara penjual makanan ringan seperti Sri menilai pendapatan mereka meningkat signifikan berkat hadirnya suporter. Bahkan suporter Deltras FC yang duduk di tribun timur menambah suasana dengan sekitar dua ratus orang.

Laga Persahabatan: Hasil dan Makna

Pertandingan berakhir imbang 3-3, menunjukkan performa menyerang yang cukup menghibur meski tidak menghasilkan kemenangan. Kapten Persela, Hendro Siswanto, menilai hasil tersebut adil dan berharap tim dapat memperbaiki diri di musim berikutnya. Pelatih Bima Sakti menekankan bahwa tujuan utama laga ini adalah menghibur suporter dan memberi pemain kesempatan bermain dalam suasana kompetitif yang lebih santai.

Bima Sakti: Kenyamanan di Lamongan dan Rencana Musim Depan

Pelatih asal Timnas Indonesia ini menyatakan merasa nyaman di Persela. Ia memuji dukungan penuh manajemen klub yang memberi kebebasan teknis serta lingkungan sosial yang hangat di Pagerwojo. “Saya merasa diterima oleh masyarakat, dan itu membuat saya betah di sini,” kata Bima Sakti.

Meski demikian, Bima mengakui kebutuhan akan penguatan skuad jika Persela ingin bersaing untuk promosi ke Liga 1. Ia menyebut beberapa klub pesaing seperti PSS Sleman, Persipura Jayapura, dan Adhyaksa FC sebagai contoh kedalaman pemain yang harus ditiru. Rencana perekrutan pemain berlevel Liga 1 menjadi fokus utama menjelang musim berikutnya.

Evaluasi Manajemen Setelah Gagal Promosi

Setelah menutup Pegadaian Championship 2025/2026 di posisi keenam grup Timur, manajemen Persela melakukan evaluasi menyeluruh. Fokus utama evaluasi meliputi persiapan tim, komposisi pemain, dan kebijakan pelatih. Bima Sakti, meskipun tetap berkomitmen, menegaskan pentingnya rekomendasi pemain yang dipertahankan atau dilepas, yang nantinya akan diputuskan oleh pelatih baru bila ada pergantian.

Evaluasi ini juga mempertimbangkan dampak sanksi tanpa penonton yang diberlakukan sejak insiden kerusuhan pada pertandingan di Tuban Sport Center pada Februari 2025. Meskipun sanksi tersebut menurunkan pendapatan klub, kembalinya pertandingan di Surajaya tanpa penonton mengembalikan sebagian pendapatan melalui penjualan tiket persahabatan.

Harapan Kedepan dan Tantangan

Persela Lamongan, klub bersejarah yang pernah bersaing di level tertinggi sejak era Divisi Utama, kini bertekad kembali ke Liga 1. Dengan renovasi Stadion Surajaya selesai, klub berharap dapat memanfaatkan fasilitas modern untuk meningkatkan performa tim dan menarik lebih banyak suporter.

Direktur Bisnis Persela, Pradita Aditya, menekankan pentingnya standarisasi keamanan dan kenyamanan bagi penonton di musim depan. “Kami ingin stadion menjadi tempat yang aman dan menyenangkan, serta menargetkan peningkatan kehadiran penonton,” ujarnya.

Secara keseluruhan, laga persahabatan melawan Deltras FC tidak hanya menjadi hiburan semata, melainkan simbol kebangkitan Persela setelah melewati masa sulit. Dengan dukungan manajemen, suporter, dan pelatih yang merasa nyaman, Persela memiliki landasan kuat untuk merencanakan langkah strategis menuju promosi ke Liga 1 pada musim berikutnya.