Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | China resmi memperketat standar keselamatan bagi kendaraan listrik (NEV) mulai pertengahan 2026. Pemerintah mengeluarkan serangkaian regulasi baru yang menekankan perlindungan baterai, mitigasi kebakaran, serta prosedur uji tabrak yang lebih ketat. Tujuan utama adalah meningkatkan kepercayaan konsumen dan menurunkan risiko kecelakaan yang berkaitan dengan sistem tenaga listrik.
Beberapa poin utama dalam standar terbaru meliputi:
- Pengujian baterai pada suhu ekstrem hingga 70°C dan -30°C.
- Persyaratan sistem pemadam api internal pada paket baterai.
- Uji tabrak frontal dan samping dengan beban tambahan untuk menilai integritas struktural kendaraan.
- Kewajiban pelaporan insiden kebakaran kepada otoritas dalam 24 jam.
- Standar pelabelan yang jelas mengenai kapasitas baterai dan prosedur darurat.
Penegakan standar ini menuntut produsen menyesuaikan proses desain dan produksi, yang diperkirakan akan menambah biaya produksi sekitar 3‑5% pada model-model baru. Namun, regulator memberikan masa transisi selama satu tahun bagi pabrikan domestik dan asing untuk memenuhi persyaratan tersebut.
Data terbaru Asosiasi Produsen Otomotif China (CAAM) yang dirilis 10 Juni 2026 menunjukkan bahwa produksi dan penjualan NEV di China terus tumbuh meski regulasi semakin ketat. Pada bulan Mei 2026, produksi mencapai 1,554 juta unit, sementara penjualan tercatat 1,496 juta unit.
| Bulan | Produksi (juta unit) | Penjualan (juta unit) |
|---|---|---|
| Mei 2026 | 1,554 | 1,496 |
Para analis memperkirakan bahwa standar keselamatan yang lebih ketat akan memperlambat pertumbuhan penjualan dalam jangka pendek, namun diharapkan meningkatkan reputasi kendaraan listrik China di pasar global. Dengan dukungan kebijakan insentif dan investasi dalam teknologi baterai yang lebih aman, industri NEV China diproyeksikan tetap menjadi pemimpin dunia dalam lima tahun ke depan.




