Sudaryono Soal Insiden Diskusi di UGM: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog
Sudaryono Soal Insiden Diskusi di UGM: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog

Sudaryono Soal Insiden Diskusi di UGM: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog

Frankenstein45.Com – 16 Juni 2026 | Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberikan klarifikasi resmi terkait insiden yang terjadi pada agenda diskusi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Senin, 15 September 2023. Menurutnya, tim dari Kementerian Pertanian hadir untuk berdialog dengan pihak kampus dan mahasiswa, bukan untuk menghindar dari pertanyaan kritis.

Insiden tersebut melibatkan kerusuhan ringan di antara peserta diskusi yang menuntut penjelasan terkait kebijakan pertanian pemerintah, khususnya program subsidi pupuk dan upaya meningkatkan produktivitas. Beberapa mahasiswa mengangkat suara secara keras, sehingga suasana menjadi tegang dan memicu interupsi pada sesi tanya‑jawab.

Sudaryono menegaskan tiga hal utama dalam pernyataannya:

  • Pantang Kabur: Kementerian tidak akan menghindar dari kritik dan pertanyaan yang diajukan, melainkan akan menjawab secara terbuka.
  • Tujuan Dialog: Kehadiran delegasi ditujukan untuk menjalin komunikasi langsung dengan akademisi dan mahasiswa, serta menjelaskan kebijakan yang sedang berjalan.
  • Komitmen Transparansi: Pemerintah berkomitmen memberikan data dan fakta yang mendukung kebijakan pertanian, termasuk evaluasi dampak program subsidi.

Sudaryono juga menambahkan bahwa insiden tersebut tidak mencerminkan sikap keseluruhan komunitas akademik UGM, melainkan merupakan respons emosional dari sebagian kecil peserta. Ia mengajak semua pihak untuk tetap menjaga etika dalam berdiskusi dan menekankan pentingnya penyelesaian melalui dialog konstruktif.

Selain itu, beliau menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian akan menindaklanjuti hasil diskusi tersebut dengan menyusun laporan resmi yang akan dipublikasikan pada akhir bulan. Laporan itu akan memuat rekomendasi kebijakan, data statistik produksi pertanian, serta rencana aksi untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Dengan langkah ini, Sudaryono berharap dapat memperbaiki citra pemerintah di mata publik serta menumbuhkan kepercayaan antara institusi pemerintah dan dunia akademik.