Frankenstein45.Com – 16 Juni 2026 | Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyuarakan keprihatinannya atas meningkatnya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Jakarta, beliau menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus lebih dari sekadar tulisan di atas kertas, terutama dalam membentuk karakter generasi muda.
Megawati menyoroti bahwa bullying tidak hanya merusak kesehatan mental siswa, tetapi juga mencederai rasa persatuan dan toleransi yang menjadi dasar Pancasila. Ia mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan persatuan.
Selain isu bullying, Presiden juga menegaskan pentingnya kemandirian pangan nasional sebagai fondasi kesejahteraan rakyat. Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat akan mengurangi tekanan ekonomi pada keluarga, sehingga menurunkan stres yang sering menjadi pemicu perilaku agresif di sekolah.
- Penguatan karakter: Integrasi pendidikan nilai Pancasila dalam kurikulum.
- Pencegahan bullying: Program pelatihan guru, konselor, dan siswa tentang empati serta penyelesaian konflik.
- Kemandirian pangan: Dukungan terhadap pertanian lokal, inovasi teknologi pertanian, dan kebijakan subsidi yang berkelanjutan.
Megawati mengajak semua pemangku kepentingan—pemerintah, orang tua, guru, dan masyarakat—untuk bersama-sama menegakkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata. Ia menutup pernyataannya dengan harapan bahwa generasi mendatang dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan sejahtera.







