Frankenstein45.Com – 16 April 2026 | Pada Rabu, 15 April 2026, Sudirman Said bersama delegasi yang mewakili lintas‑generasi, sektor, dan profesi melakukan pertemuan dengan pimpinan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Kardinal Suharyo, tokoh senior Gereja Katolik Indonesia, serta perwakilan KWI.
Agenda utama pertemuan difokuskan pada upaya mengorganisasi harapan gerakan perubahan yang berlandaskan nilai ketuhanan dan moralitas. Delegasi menekankan pentingnya sinergi antara dunia politik, sosial, dan keagamaan dalam menghadapi tantangan nasional, termasuk isu‑isu moral, keadilan sosial, dan pemberdayaan generasi muda.
- Penguatan nilai moral dalam kebijakan publik.
- Kolaborasi lintas sektor untuk program sosial berbasis keagamaan.
- Peningkatan peran generasi muda dalam dialog antar‑umat beragama.
- Pengembangan mekanisme monitoring pelaksanaan program moralitas nasional.
Kardinal Suharyo menyampaikan bahwa Gereja selalu terbuka untuk mendukung inisiatif yang memperkuat nilai etika dan spiritualitas di tengah masyarakat. Ia juga menegaskan pentingnya dialog terbuka antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan elemen masyarakat sipil.
Sudirman Said menambahkan bahwa pertemuan ini merupakan langkah konkret untuk menumbuhkan rasa kebersamaan di antara pemangku kepentingan yang memiliki visi serupa, yakni menciptakan Indonesia yang lebih adil, beradab, dan berkeadilan moral.
Selanjutnya, kedua belah pihak sepakat untuk membentuk kelompok kerja gabungan yang akan merumuskan rekomendasi kebijakan serta program aksi nyata dalam jangka menengah. Rapat lanjutan dijadwalkan akan dilakukan dalam tiga bulan ke depan, dengan melibatkan lebih banyak tokoh agama dan perwakilan lembaga swadaya masyarakat.




