Sudirman Said Ingatkan Petinggi Negara Tak Kultuskan Kekuasaan, Tekankan Etika Kepemimpinan
Sudirman Said Ingatkan Petinggi Negara Tak Kultuskan Kekuasaan, Tekankan Etika Kepemimpinan

Sudirman Said Ingatkan Petinggi Negara Tak Kultuskan Kekuasaan, Tekankan Etika Kepemimpinan

Frankenstein45.Com – 14 Juni 2026 | Sudirman Said, mantan Menteri Energi dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, kembali menegaskan pentingnya etika dalam kepemimpinan negara dalam sebuah pernyataan publik yang disebarkan melalui media massa.

Ia menekankan bahwa para petinggi negara harus menjauhkan diri dari budaya kultus kekuasaan yang dapat merusak integritas lembaga-lembaga publik. Menurutnya, kekuasaan yang disalahgunakan tidak hanya menodai reputasi individu, tetapi juga menggerogoti kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Beberapa poin utama yang disorot oleh Sudirman Said meliputi:

  • Menjaga transparansi dalam pengambilan keputusan.
  • Mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
  • Menegakkan akuntabilitas melalui mekanisme pengawasan internal dan eksternal.
  • Mengembangkan budaya dialog terbuka antara pemerintah dan warga.
  • Menginternalisasi nilai-nilai moral dan etika dalam setiap kebijakan.

Sudirman juga mengingatkan pentingnya memperkuat nilai-nilai institusi negara Indonesia, yang harus menjadi landasan bagi setiap pejabat publik. Ia mengajak semua pemangku kepentingan, termasuk legislatif, eksekutif, dan masyarakat sipil, untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan politik yang sehat.

Dengan menekankan etika kepemimpinan, Sudirman Said berharap dapat meminimalisir praktik otoriter dan mempromosikan tata kelola yang berorientasi pada layanan publik. Ia menutup pernyataannya dengan harapan bahwa generasi pemimpin berikutnya akan menjunjung tinggi integritas, kejujuran, dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa.