Sumedang Kembangkan Ubi Cilembu Lewat Kultur Jaringan
Sumedang Kembangkan Ubi Cilembu Lewat Kultur Jaringan

Sumedang Kembangkan Ubi Cilembu Lewat Kultur Jaringan

Frankenstein45.Com – 19 Mei 2026 | Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tengah melakukan upaya strategis untuk mengangkat Ubi Cilembu menjadi komoditas unggulan daerah. Inisiatif ini mengandalkan teknologi kultur jaringan, sebuah metode perbanyakan tanaman yang memungkinkan produksi bibit berkualitas tinggi secara massal.

Teknik kultur jaringan memanfaatkan potongan jaringan tanaman (eksplan) yang dibudidayakan dalam medium nutrisi steril. Proses ini meliputi beberapa tahap penting:

  1. Pengambilan eksplan dari tanaman induk yang sehat.
  2. Sterilisasi eksplan untuk menghilangkan mikroorganisme.
  3. Penanaman eksplan pada media kultur yang mengandung hormon pertumbuhan.
  4. Inkubasi dalam ruang terkendali suhu, cahaya, dan kelembaban.
  5. Pembelahan dan perbanyakan mikroklon hingga terbentuk bibit siap tanam.

Keunggulan kultur jaringan bagi Ubi Cilembu antara lain:

  • Produksi bibit bebas penyakit, mengurangi kehilangan hasil akibat hama dan patogen.
  • Waktu perbanyakan yang lebih singkat dibandingkan metode konvensional.
  • Keseragaman kualitas bibit, menjamin produktivitas yang stabil.
  • Kemampuan menghasilkan bibit dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan pasar.

Tim Dinas bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Pertanian Jawa Barat serta beberapa universitas pertanian. Pada fase awal, target produksi bibit mencapai 200.000 unit per tahun, dengan rencana ekspansi hingga satu juta bibit dalam tiga tahun ke depan.

Selain meningkatkan volume produksi, program ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi petani lokal. Dengan bibit unggul, petani dapat meningkatkan hasil per hektar, menambah pendapatan, dan memperkuat posisi Sumedang sebagai sentra produksi Ubi Cilembu yang dikenal di pasar nasional.

Pengembangan ini selaras dengan kebijakan pemerintah daerah yang menitikberatkan pada ketahanan pangan dan diversifikasi ekonomi agraris. Dinas berencana menyelenggarakan pelatihan intensif bagi petani mengenai teknik penanaman, perawatan, dan pasca panen yang optimal, sehingga manfaat teknologi kultur jaringan dapat dirasakan secara luas.