Frankenstein45.Com – 09 Mei 2026 | Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengumumkan langkah-langkah tambahan untuk memantau dan mencegah penyebaran hantavirus, sebuah virus yang biasanya ditularkan melalui droplet urin atau kotoran tikus. Meskipun belum ada kasus yang dilaporkan di wilayah tersebut, otoritas kesehatan menilai situasi harus dipantau secara intensif mengingat potensi risiko bagi penduduk.
Beberapa faktor yang memicu kekhawatiran meliputi peningkatan aktivitas konstruksi, pengelolaan sampah yang kurang optimal, serta cuaca hangat yang dapat meningkatkan populasi tikus di daerah perkotaan.
- Penguatan surveilans lingkungan dengan tim khusus yang melakukan inspeksi rutin di area rawan tikus, seperti pasar tradisional, daerah pemukiman padat, dan lokasi proyek pembangunan.
- Penyuluhan kepada masyarakat melalui media lokal dan posko kesehatan mengenai cara mengidentifikasi tanda‑tanda infestasi tikus serta prosedur pembersihan yang aman.
- Penyediaan sarana dan bahan desinfektan serta perangkap tikus di balai kesehatan kecamatan.
- Kolaborasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan kebersihan saluran pembuangan dan pengelolaan sampah yang lebih baik.
- Penyusunan protokol penanganan bila ada kasus hantavirus terkonfirmasi, termasuk rujukan cepat ke rumah sakit rujukan dan pelaporan ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2KP).
Gejala Hantavirus yang Perlu Diketahui:
| Gejala Umum | Gejala Berat |
|---|---|
| Demam tinggi | Gagal napas akut |
| Kepala sakit | Kegagalan organ |
| Nyeri otot | Hematokromatisme |
Jika seseorang mengalami gejala di atas setelah berada di lingkungan yang berpotensi terkontaminasi, segeralah menghubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk evaluasi lebih lanjut.
Pemerintah Kota Surabaya menekankan pentingnya peran serta warga dalam memutus rantai penyebaran virus. Masyarakat diharapkan melaporkan sarang tikus, menjaga kebersihan lingkungan, serta tidak mengonsumsi makanan atau air yang tidak terjamin kebersihannya.
Dengan langkah preventif ini, diharapkan potensi wabah hantavirus dapat ditekan sebelum menyebar luas, menjaga kesehatan publik dan mencegah beban tambahan pada sistem kesehatan.




