Frankenstein45.Com – 09 Mei 2026 | Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menekankan pentingnya istirahat yang optimal bagi calon jamaah haji yang akan berangkat pada gelombang kedua. Menyusul pelonggaran pembatasan perjalanan pasca‑pandemi, pemerintah menargetkan ribuan jamaah untuk melaksanakan ibadah haji pada musim ini. Namun, jarak tempuh penerbangan dari Indonesia ke Tanah Suci yang mencapai lebih dari 9.000 km menuntut kondisi tubuh yang prima.
Simanjuntak mengingatkan bahwa kelelahan selama penerbangan dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental jamaah, serta berpotensi menurunkan kualitas ibadah. Oleh karena itu, Kementerian Haji dan Umrah mengeluarkan beberapa pedoman istirahat yang harus dipatuhi oleh semua jamaah gelombang kedua.
Berikut rangkuman rekomendasi resmi yang disampaikan dalam rapat koordinasi dengan maskapai penerbangan dan agen perjalanan:
- Durasi tidur yang cukup: Jamaah diharapkan mendapatkan minimal 8–10 jam tidur selama penerbangan, baik dengan menggunakan bantal leher maupun selimut yang disediakan.
- Hidrasi dan pola makan ringan: Minum air putih secara berkala (setidaknya 200 ml per jam) dan mengonsumsi makanan ringan yang mudah dicerna, menghindari makanan berlemak atau berkarbohidrat tinggi.
- Gerakan tubuh secara berkala: Lakukan peregangan kaki dan berjalan di lorong kabin setiap 1–2 jam untuk melancarkan peredaran darah.
- Pembatasan penggunaan perangkat elektronik: Kurangi menatap layar gadget menjelang waktu tidur untuk mengurangi gangguan ritme sirkadian.
- Penggunaan masker dan protokol kesehatan: Tetap memakai masker standar selama penerbangan dan mengikuti prosedur pembersihan tangan secara rutin.
Selain itu, Wamenhaj menekankan pentingnya koordinasi antara agen travel, maskapai, dan pihak kedutaan untuk memastikan penataan tempat duduk yang memungkinkan jamaah beristirahat dengan nyaman. Penempatan kursi di barisan tengah atau belakang pesawat, yang biasanya lebih tenang, dianjurkan bila memungkinkan.
Dengan mematuhi pedoman istirahat di atas, diharapkan jamaah dapat mengurangi risiko kelelahan, menjaga kebugaran selama perjalanan, dan memulai ibadah haji dengan kondisi tubuh yang optimal. Kementerian Haji dan Umrah akan terus memantau pelaksanaan kebijakan ini dan memberikan dukungan teknis bagi seluruh pihak terkait.




