Frankenstein45.Com – 15 Juni 2026 | We Mean Business Coalition meluncurkan survei global pertama yang mengumpulkan pandangan lebih dari 1.200 eksekutif senior dari perusahaan-perusahaan terkemuka di 18 negara. Survei ini bertujuan mengukur kesiapan dan komitmen sektor swasta dalam mempercepat transisi menuju elektrifikasi yang ramah lingkungan.
Hasil utama menunjukkan bahwa mayoritas responden—sekitar 78%—menyatakan dukungan kuat terhadap kebijakan yang mempercepat penggunaan energi listrik bersih, baik untuk operasional internal maupun untuk rantai pasokan mereka.
- 68% perusahaan telah menetapkan target net-zero emissions pada tahun 2050 atau lebih awal.
- 55% berencana meningkatkan investasi pada infrastruktur pengisian kendaraan listrik (EV) dalam tiga tahun ke depan.
- 42% siap beralih ke listrik terbarukan untuk 100% kebutuhan energi mereka dalam lima tahun ke depan.
Berikut rangkuman data penting dalam bentuk tabel:
| Aspek | Persentase Dukungan |
|---|---|
| Target net-zero | 68% |
| Investasi EV | 55% |
| Transisi 100% listrik terbarukan | 42% |
| Penggunaan listrik untuk proses produksi | 71% |
Para eksekutif menekankan tiga pendorong utama: kebijakan pemerintah yang konsisten, akses mudah ke pembiayaan bersih, dan kemudahan integrasi teknologi energi terbarukan. Mereka juga menyoroti tantangan seperti biaya awal investasi dan keterbatasan jaringan distribusi listrik di beberapa wilayah.
We Mean Business Coalition berencana menggunakan temuan ini untuk melobi pemerintah dan lembaga keuangan agar menciptakan kerangka kerja regulasi yang lebih mendukung, serta memfasilitasi kolaborasi antar perusahaan dalam mengadopsi solusi elektrifikasi.
Dengan dukungan luas dari kalangan bisnis, prospek percepatan transisi energi bersih di tingkat global menjadi lebih realistis, mengingat peran krusial sektor swasta dalam menurunkan emisi karbon secara signifikan.




