Survei Pew: Kepercayaan Global terhadap Trump Terus Menurun, Termasuk di Indonesia
Survei Pew: Kepercayaan Global terhadap Trump Terus Menurun, Termasuk di Indonesia

Survei Pew: Kepercayaan Global terhadap Trump Terus Menurun, Termasuk di Indonesia

Frankenstein45.Com – 25 Juni 2026 | Baru-baru ini, Pew Research Center merilis hasil survei terbaru yang mengungkap penurunan signifikan dalam tingkat kepercayaan publik terhadap mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di tingkat global. Survei yang dilaksanakan pada bulan Juni 2024 menunjukkan bahwa citra Trump semakin memudar di banyak negara, termasuk di Republik Indonesia.

Metodologi Survei

Pew meneliti lebih dari 30.000 responden dewasa di 30 negara, dengan pendekatan campuran antara wawancara tatap muka dan survei daring. Pertanyaan utama berfokus pada tingkat kepercayaan responden terhadap kepemimpinan Trump selama masa kepresidenannya (2017-2021) dan persepsi mereka terhadap dampak kebijakan yang diambil.

Temuan Utama

Berikut rangkuman temuan penting dari survei tersebut:

  • Rata-rata global, hanya 28% responden yang menyatakan “percaya” atau “sangat percaya” pada kepemimpinan Trump, turun 7 poin persentase dibandingkan survei tahun sebelumnya.
  • Di Amerika Serikat, tingkat kepercayaan terendah tercatat di antara pemilih Demokrat (15%) dan meningkat sedikit di kalangan pemilih Republik (45%).
  • Di Eropa Barat, persentase kepercayaan berada di bawah 20%, dengan Prancis dan Jerman mencatat angka 12% dan 14% masing-masing.
  • Di Asia, tingkat kepercayaan bervariasi; Jepang (22%) dan Korea Selatan (18%) masih berada di atas rata-rata regional, sementara di Indonesia hanya 9% responden yang menilai Trump dapat dipercaya.

Fokus pada Indonesia

Survei khusus Indonesia mengungkap bahwa mayoritas warga negara (sekitar 71%) tidak mempercayai Trump, dengan alasan utama meliputi kebijakan luar negeri yang dianggap merugikan negara berkembang, serta retorika yang dianggap polarizing. Sebanyak 15% responden mengaku netral atau tidak memiliki pendapat yang kuat, sementara sisanya (9%) menyatakan kepercayaan positif.

Analisis Pew menyoroti bahwa faktor ekonomi, kebijakan imigrasi, dan sikap terhadap perubahan iklim menjadi pertimbangan utama dalam menurunnya kepercayaan terhadap Trump di Indonesia.

Implikasi Politik

Penurunan kepercayaan ini dapat memengaruhi dinamika politik internasional, terutama dalam konteks hubungan Amerika Serikat dengan negara-negara Asia Tenggara. Meskipun Trump tidak lagi menjabat, citranya tetap memengaruhi persepsi publik terhadap kebijakan luar negeri AS, termasuk isu perdagangan, keamanan, dan perubahan iklim.

Para pengamat berpendapat bahwa penurunan kepercayaan global, terutama di kawasan Asia, memberi ruang bagi pemerintahan Amerika Serikat berikutnya untuk memperbaiki citra diplomatik melalui pendekatan yang lebih inklusif dan kolaboratif.