Frankenstein45.Com – 21 April 2026 | Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata periode 2015-2016, Sylviana Murni, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas gender dalam memperkuat sektor budaya dan pariwisata. Dalam sebuah diskusi publik yang diadakan pada akhir pekan lalu, ia menolak anggapan bahwa laki-laki merupakan pesaing bagi perempuan dalam bidang tersebut.
“Laki-laki bukan kompetitor, melainkan mitra. Kita perlu bersinergi, bukan bersaing, demi kemajuan budaya dan pariwisata Jakarta,” ujar Sylviana sambil menekankan bahwa kerja sama antar gender dapat meningkatkan inovasi, efisiensi, serta daya tarik destinasi wisata kota.
Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain:
- Kolaborasi gender dapat menghasilkan program budaya yang lebih inklusif.
- Peran laki-laki dalam mengelola event pariwisata harus dilihat sebagai dukungan, bukan ancaman bagi peran perempuan.
- Peningkatan partisipasi bersama akan mempercepat pencapaian target kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
Reaksi dari kalangan pebisnis dan aktivis gender pun beragam. Sebagian menyambut positif pernyataan tersebut, mengingat banyak inisiatif yang selama ini masih terfragmentasi antara kelompok pria dan wanita. Sementara itu, beberapa pihak mengingatkan perlunya kebijakan konkret yang mendukung kolaborasi tersebut, seperti pelatihan bersama dan pendanaan program berskala kecil.
Sylviana menambahkan bahwa pemerintah provinsi siap menyediakan platform dialog reguler untuk mengidentifikasi peluang kerjasama, sekaligus mengatasi hambatan struktural yang masih ada. Ia berharap, dengan pendekatan mitra, sektor budaya dan pariwisata Jakarta dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.
Pernyataan ini mencerminkan tren kebijakan inklusif yang semakin menguat di tingkat regional, sekaligus menegaskan komitmen DKI Jakarta dalam menciptakan lingkungan kerja yang setara gender.




