Tabrakan Kereta Bekasi Picu Trauma Psikologis, Penjelasan Psikolog Unair
Tabrakan Kereta Bekasi Picu Trauma Psikologis, Penjelasan Psikolog Unair

Tabrakan Kereta Bekasi Picu Trauma Psikologis, Penjelasan Psikolog Unair

Frankenstein45.Com – 29 April 2026 | Insiden tabrakan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur menimbulkan dampak signifikan, tidak hanya pada korban fisik tetapi juga pada kondisi mental mereka. Menurut data PT Kereta Api Indonesia (Persero), total korban mencapai 107 orang, dengan 16 orang meninggal dunia dan 91 orang mengalami luka-luka.

Dalam wawancara khusus, seorang psikolog dari Universitas Airlangga (Unair) menjelaskan bahwa peristiwa traumatis semacam ini dapat memicu gangguan stres pascatrauma (PTSD) serta gejala kecemasan dan depresi pada korban dan saksi mata. Gejala yang paling umum meliputi kilas balik yang mengganggu, mimpi buruk, rasa takut berulang kali mendengar suara deru kereta, serta kesulitan berkonsentrasi.

Kategori Jumlah
Meninggal 16
Luka-luka 91

Psikolog Unair menyarankan beberapa langkah penanganan awal bagi para korban, antara lain:

  • Mengakses layanan konseling psikologis secepatnya.
  • Mengikuti sesi terapi kognitif‑behavioral untuk mengelola ingatan intrusif.
  • Mempertahankan rutinitas harian yang stabil, termasuk pola tidur dan nutrisi yang baik.
  • Berbagi pengalaman dengan keluarga atau kelompok dukungan untuk mengurangi rasa isolasi.

Selain intervensi individu, pihak rumah sakit dan lembaga kesehatan mental diharapkan meningkatkan kapasitas layanan darurat psikologis, terutama pada wilayah yang rawan kecelakaan kereta api. Pemerintah dan PT KAI juga diimbau untuk menyediakan fasilitas bantuan psikologis bagi penumpang yang terlibat dalam kecelakaan.

Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai dampak psikologis, diharapkan para korban dapat memperoleh pemulihan yang lebih komprehensif, baik secara fisik maupun mental.