Frankenstein45.Com – 19 Mei 2026 | London – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Jalur Gaza baru-baru ini ditangkap oleh pasukan Israel. Di antara mereka terdapat adik perempuan Presiden Irlandia, Catherine Connolly, yang sebelumnya tak dikenal publik sebagai tokoh politik.
Kasus ini menambah daftar warga asing yang ditahan selama operasi militer Israel di wilayah tersebut. Sebelumnya, beberapa warga Indonesia yang terlibat dalam misi bantuan kemanusiaan juga dilaporkan ditangkap, memicu kecaman internasional.
- Identitas korban: Adik perempuan Presiden Irlandia, berusia 31 tahun, dikenal aktif dalam kampanye hak asasi manusia dan solidaritas dengan warga Gaza.
- Latar belakang penangkapan: GSF berangkat pada tanggal 5 Mei 2024 dengan tujuan menyampaikan bantuan medis dan mengamati pelanggaran hak asasi manusia di Gaza.
- Respons Indonesia: Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam dan menuntut akses konsuler bagi warga Indonesia yang ditahan.
- Respons Irlandia: Pemerintah Irlandia menyatakan kekhawatiran serius, menegaskan akan menuntut perlindungan bagi warga negaranya serta meninjau kembali kebijakan luar negerinya terkait konflik di Timur Tengah.
Para aktivis yang ditahan dilaporkan akan diinterogasi selama beberapa hari ke depan. Organisasi internasional seperti Amnesty International dan Human Rights Watch telah menyerukan agar Israel menghentikan penahanan sewenang-wenang dan mematuhi Konvensi Jenewa.
Kasus penangkapan ini menambah ketegangan diplomatik antara Israel dan sejumlah negara Barat, termasuk Irlandia dan Indonesia, yang menilai tindakan tersebut melanggar prinsip kebebasan bergerak dan perlindungan hak asasi manusia.




