Target 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni 2026, PU Percepat Infrastruktur Banjir dan Huntap Sumatera
Target 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni 2026, PU Percepat Infrastruktur Banjir dan Huntap Sumatera

Target 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni 2026, PU Percepat Infrastruktur Banjir dan Huntap Sumatera

Frankenstein45.Com – 29 Mei 2026 | JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU) tengah menggerakkan serangkaian proyek strategis yang mencakup pembangunan sekolah rakyat, pengendalian banjir di Ibu Kota, serta penyediaan hunian pasca‑bencana di Sumatera. Upaya percepatan ini diharapkan dapat mendukung agenda pembangunan nasional menjelang akhir 2026.

Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II

Menurut data hingga 25 Mei 2026, 93 lokasi sekolah rakyat berada pada progres fisik rata‑rata 62,63 % dan progres keuangan 41,76 %. Menteri PU, Dody Dumandan, menegaskan bahwa seluruh proyek akan selesai pada 20 Juni 2026 dan siap dipakai pada tahun ajaran 2026/2027 mulai Juli.

Beberapa langkah percepatan yang telah diambil antara lain:

  • Pembentukan Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat.
  • Peningkatan tenaga kerja menjadi tiga shift untuk memperpanjang jam kerja harian.
  • Inovasi metode konstruksi modular yang lebih cepat dan efisien.
  • Koordinasi lintas sektor dengan Kementerian Sosial dan Kominfo untuk infrastruktur pembelajaran digital, termasuk rencana pemasangan jaringan fiber optic di setiap sekolah.

Hingga akhir Mei 2026, proyek sekolah rakyat telah menyerap 71.579 tenaga kerja, sebagian besar berasal dari sektor konstruksi lokal.

Pengendalian Banjir di Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bekerja sama dengan Kementerian PU, meluncurkan program revitalisasi tiga waduk, 12 polder, serta delapan sungai utama. Proyek ini dijadwalkan selesai dalam rentang 2025‑2027 dan menjadi bagian integral dari jaringan pengendalian banjir nasional.

Data per 18 Mei 2026 menunjukkan bahwa DKI Jakarta memiliki 683 unit pompa stasioner di 246 lokasi serta 540 unit pompa mobile yang tersebar di lima kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Rincian pembangunan dan pemeliharaan sungai meliputi:

  • Saluran Penghubung Layar – 500 m (dua sisi).
  • Kali Cakung Lama – 2,65 km (dua sisi).
  • Kali Jatikramat – 1,5 km (dua sisi).
  • Kali Angke – 1,06 km (dua sisi).
  • Kali Pesanggrahan – 1,12 km (dua sisi).
  • Kali Grogol – 572,5 m (dua sisi).
  • Kali Cideng Atas – 2,9 km (dua sisi).
  • Kali Sodetan Sekretaris dan Waduk Tomang – 1,3 km (dua sisi).

Infrastruktur ini dikelola bersama Kementerian PU, yang bertanggung jawab atas bendungan Sukamahi dan sodetan Ciliwung.

Proyek Huntap Sumatera Menghadapi Kendala Anggaran

Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Fitrah Nur, mengungkapkan bahwa alokasi Rp 7,4 triliun untuk pembangunan hunian tetap (huntap) pasca‑bencana di tiga provinsi Sumatera masih menunggu pencairan dari Kementerian Keuangan. Persiapan teknis, termasuk desain engineering (DED), verifikasi lahan, dan koordinasi dengan Badan Geologi, telah selesai.

Namun, tanpa rincian output (RO) khusus dari Kemenkeu, proses lelang tidak dapat dimulai. Proyek ini direncanakan menghasilkan sekitar 25.000 unit rumah, dengan fokus utama di Aceh. Sistem bata interlock yang diproduksi oleh Semen Padang dipilih karena biaya lebih rendah dan kesesuaian teknis.

Untuk memastikan standar tahan gempa, Kementerian PKP mengajak 19 produsen rumah modular meningkatkan sertifikasi, melibatkan BRIN, Puskim Cipta Karya PU, serta perguruan tinggi terkait.

Pencapaian Tenaga Kerja pada Proyek IKN

Proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur juga menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pasar tenaga kerja. Hingga Oktober 2026, total tenaga kerja konstruksi yang terlibat mencapai 12.123 orang, dengan 9.345 pekerja berasal dari luar Kalimantan.

Pembagian tenaga kerja menurut bidang proyek adalah sebagai berikut:

  • Cipta Karya – 5.276 orang (46,3 %).
  • Bina Marga – 5.040 orang (42,9 %).
  • Sumber Daya Air – 656 orang (5,7 %).
  • Perumahan – 337 orang (5,0 %).

Data ini mencerminkan peran strategis PU dalam mendukung agenda pembangunan infrastruktur nasional, sekaligus menyiapkan tenaga kerja terampil untuk proyek‑proyek skala besar di masa depan.

Secara keseluruhan, percepatan penyelesaian sekolah rakyat, penguatan sistem pengendalian banjir di Jakarta, serta upaya penyelesaian huntap di Sumatera menandai komitmen Kementerian PU untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran dan sumber daya manusia. Keberhasilan target 93 sekolah rakyat pada Juni 2026 serta penyelesaian proyek infrastruktur kritis lainnya akan menjadi indikator utama keberhasilan kebijakan pembangunan publik tahun ini.