Tentukan Arah Kepemimpinan NU Jelang Muktamar, Tiga Pesan Mbah Bisri Diminta Jadi Pedoman
Tentukan Arah Kepemimpinan NU Jelang Muktamar, Tiga Pesan Mbah Bisri Diminta Jadi Pedoman

Tentukan Arah Kepemimpinan NU Jelang Muktamar, Tiga Pesan Mbah Bisri Diminta Jadi Pedoman

Frankenstein45.Com – 17 April 2026 | Situasi Nahdlatul Ulama (NU) saat ini menuntut introspeksi mendalam, mengingat tantangan internal dan eksternal yang dihadapi. Pada masa menjelang Muktamar, para pengurus dan aktivis NU diharapkan dapat menegakkan kembali nilai-nilai dasar yang telah diwariskan oleh para muassis.

Dalam upaya memberikan arahan, Mbah Bisri mengungkapkan tiga pesan utama yang diminta menjadi pedoman kepemimpinan organisasi. Pesan‑pesan tersebut menekankan pentingnya kembali ke akar‑akar keagamaan, menjaga persatuan, serta mengoptimalkan peran sosial‑ekonomi umat.

  • Menegakkan nilai-nilai dasar Islam dan tradisi NU – Mengingat kembali prinsip‑prinsip keadilan, toleransi, serta kejujuran yang menjadi landasan gerakan Nahdlatul Ulama sejak berdiri.
  • Memperkuat persatuan dan kesatuan – Menghindari perpecahan internal dengan menumbuhkan semangat kebersamaan, dialog terbuka, serta menghargai perbedaan pendapat di antara kader.
  • Meningkatkan kontribusi sosial‑ekonomi – Mengarahkan energi organisasi untuk program‑program kesejahteraan, pendidikan, dan ekonomi yang dapat mengangkat kualitas hidup umat secara luas.

Ketiga poin tersebut diharapkan menjadi kompas bagi para pimpinan yang akan terpilih pada Muktamar berikutnya. Implementasinya meliputi pembaruan kebijakan internal, peninjauan kembali program‑program prioritas, serta penekanan pada pelatihan kader yang berlandaskan nilai‑nilai luhur NU.

Para pengamat politik dan agama menilai bahwa pemahaman dan penerapan pesan Mbah Bisri akan menjadi faktor penentu dalam menjaga relevansi NU di tengah dinamika sosial‑politik Indonesia. Jika berhasil, NU dapat memperkuat posisi sebagai pilar keagamaan yang tidak hanya berperan dalam urusan spiritual, tetapi juga dalam pembangunan bangsa.