Frankenstein45.Com – 29 Mei 2026 | Pada fase akhir ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026, ribuan jemaah Indonesia melaksanakan rangkaian ritual di Mina, melontar jumrah, dan bersiap kembali ke tanah air. Berbagai pihak terkait, mulai dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Indonesia, hingga otoritas daerah, mengumumkan jadwal kepulangan, layanan darurat, serta persiapan logistik untuk menyambut para jemaah kembali.
Kloter 8 PLM Tinggalkan Mina, Jadwal Kembali ke Indonesia
Menurut Ketua Kloter 8 PLM, Giapul Prabungga, sebagian jemaah telah melakukan nafaar awal di Mina pada Jumat, 29 Mei 2026, dan kembali ke hotel untuk melaksanakan tawaf ifadah serta sa’i. Sebagian lainnya memilih melanjutkan ke nafaar sani pada hari berikutnya. Setelah menyelesaikan semua rukun haji, termasuk tawaf wada, seluruh kloter dijadwalkan berangkat ke Indonesia pada tanggal 12 Juni 2026.
Kloter 8 PLM terdiri dari 444 orang, termasuk 249 calon haji dari Kabupaten Bangka, 151 dari Kabupaten Bangka Tengah, 37 dari Bangka Selatan, serta tujuh petugas. Dari total tersebut, 130 jamaah merupakan lansia yang memerlukan perhatian khusus selama fase akhir perjalanan.
Jadwal Kepulangan Haji 2026 Secara Nasional
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama merilis jadwal kepulangan secara bertahap, menyesuaikan masing‑masing kelompok terbang. Jadwal tersebut memperhitungkan selesainya seluruh rangkaian ibadah, termasuk mabit di Mina, tawaf wada, serta prosedur karantina bila diperlukan. Keluarga di tanah air dapat mempersiapkan penjemputan dan mengatur agenda pasca‑ibadah sesuai dengan tanggal kepulangan yang telah ditetapkan.
Layanan Badal untuk Jemaah yang Wafat
Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jambi mengonfirmasi bahwa tiga jemaah asal Jambi yang meninggal selama pelaksanaan ibadah akan mendapatkan penggantian haji (badal) melalui PPIH. Salah satu kasus adalah Nasrullah Ismail Sabri (54) yang wafat di Markaz 70 Mina pada 27 Mei 2026. Kepala Kanwil Kemenhaj Jambi, Wahyudi, menegaskan bahwa pemerintah akan menanggung seluruh kewajiban ibadah yang belum terlaksana.
Mobile Crisis Rescue (MCR) Siap Menangani Darurat di Mina
Untuk meningkatkan keselamatan jemaah, Kemenhaj menempatkan tim Mobile Crisis Rescue (MCR) di area Jamarat. Tim ini bertugas memberikan pertolongan pertama, evakuasi darurat, serta membantu mengurai kepadatan selama pelaksanaan lontar jumrah pada hari Tasyrik. Posko MCR disebar di titik strategis, memungkinkan respons cepat terhadap jemaah yang pingsan, kelelahan, tersesat, atau membutuhkan bantuan khusus, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.
Jadwal lontar jumrah tahun ini dibagi menjadi dua sesi pada 11, 12, dan 13 Zulhijah, dengan jam larangan melontar yang telah ditetapkan untuk menghindari kepadatan berlebih.
Distribusi Air Zamzam untuk Jemaah Kalsel‑Kalteng
Di Banjarmasin, Kemenhaj menyiapkan 6.804 galon air Zamzam untuk 6.804 jemaah asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang berangkat dalam 19 kloter. Air suci tersebut telah ditempatkan di gudang Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin dan akan dibagikan saat kepulangan jemaah pada tahun 1447 Hijriah/2026.
- Jumlah galon: 6.804
- Jumlah jemaah: 6.804
- Kloter yang terlibat: 19
Distribusi ini diharapkan meningkatkan semangat kebersamaan dan memperkuat ikatan spiritual jemaah dengan menurunkan rasa lelah setelah menunaikan ibadah panjang.
Kesimpulan
Serangkaian langkah koordinasi antara PPIH, Kemenhaj, dan otoritas daerah menjamin kelancaran proses kepulangan, penanganan darurat, serta pemenuhan kebutuhan rohani jemaah. Jadwal kepulangan yang terstruktur, layanan MCR yang siap siaga, kebijakan badal bagi yang wafat, dan penyediaan air Zamzam menjadi bukti komitmen pemerintah Indonesia untuk menyelenggarakan ibadah haji yang aman, tertib, dan penuh kepedulian.




