Frankenstein45.Com – 21 Juni 2026 | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Ahad, 21 Juni 2026, meresmikan tampilan baru Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, setelah serangkaian pekerjaan penataan menyelesaikan penghilangan tiang‑tiang monorel yang selama hampir satu dekade mengganggu estetika jalan.
Monorel Jakarta pertama kali direncanakan pada tahun 2008 dengan target operasi pada 2011. Namun proyek tersebut terhenti pada 2015 karena masalah pendanaan, perizinan, dan kurangnya dukungan investor. Akibatnya, tiang‑tiang struktural yang telah dibangun tetap berdiri, menjadi simbol kegagalan proyek dan menghalangi pandangan serta alur lalu lintas.
Penghilangan tiang‑tiang dimulai pada awal Mei 2026 dengan melibatkan tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, kontraktor spesialis pembongkaran, serta unit keamanan lalu lintas. Prosesnya meliputi:
- Identifikasi dan penandaan tiap tiang untuk memastikan tidak ada instalasi utilitas tersembunyi.
- Pembongkaran bertahap menggunakan crane berkapasitas tinggi, diikuti dengan pembersihan puing secara terkontrol.
- Pengembalian ruang jalan kepada pengguna dengan penataan ulang marka jalan dan penambahan jalur sepeda.
Hasilnya, lebar jalan kembali optimal, mengurangi kemacetan pada jam sibuk, serta memperbaiki panorama visual bagi pejalan kaki dan pengendara. Beberapa pihak mengamati peningkatan nilai properti di sekitar area dalam beberapa minggu pertama pasca‑renovasi.
Reaksi masyarakat beragam. Sebagian warga menyatakan lega karena “jalan terasa lebih lega dan tidak lagi ada tiang‑tiang yang menghalangi”. Sementara itu, pengamat transportasi menilai langkah ini sebagai bagian dari upaya pemerintah memperbaiki infrastruktur perkotaan yang selama ini terhambat oleh proyek‑proyek yang tidak selesai.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta berencana menambahkan elemen hijau, seperti pepohonan dan taman kecil, serta memperluas trotoar untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki. Selain itu, area bekas tiang monorel akan diintegrasikan ke dalam jaringan transportasi publik melalui penambahan halte bus rapid transit (BRT) dan jalur sepeda yang terhubung ke kawasan bisnis sekitar.




