Frankenstein45.Com – 24 Mei 2026 | Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Solo kembali mengharumkan nama kampus dengan prestasi gemilang. Tim riset KELADATA berhasil menembus 50 besar pada ajang Kompetisi Riset Unggulan Kota Surakarta 2023, sebuah kompetisi yang menilai kualitas inovasi dan kontribusi ilmiah bagi pengembangan kota.
Ajang ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surakarta bekerja sama dengan lembaga riset regional. Dari ratusan tim yang mendaftar, hanya 50 tim terpilih yang dianggap memiliki potensi paling tinggi dalam memberikan solusi berbasis data dan teknologi untuk permasalahan perkotaan.
Tim KELADATA yang terdiri dari lima mahasiswa jurusan Sistem Informasi, yaitu Ahmad Fauzi, Siti Nurhaliza, Dwi Prasetyo, Lina Mardiana, dan Rudi Hartono, mengusulkan proyek “Smart Waste Management”. Proyek tersebut mengintegrasikan sensor IoT, analisis data real‑time, dan aplikasi mobile untuk memantau dan mengoptimalkan pengelolaan sampah di area publik Surakarta.
- Tujuan utama: Mengurangi volume sampah yang tidak terkelola dengan baik dan meningkatkan efisiensi rute pengangkutan.
- Metode: Penempatan sensor ultrasonik pada tempat sampah, pengumpulan data via jaringan LoRaWAN, dan visualisasi melalui dashboard berbasis web.
- Hasil awal: Penurunan waktu pengumpulan sampah sebesar 30% pada zona percobaan selama tiga bulan.
Keberhasilan tim dalam melewati tahap seleksi awal menandakan kualitas riset yang kuat serta kemampuan kolaboratif yang baik. Juri menilai bahwa pendekatan KELADATA tidak hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga aplikatif dalam konteks kebijakan kota.
Universitas Bina Sarana Informatika menyatakan kebanggaan atas prestasi tim, sekaligus berkomitmen mendukung pengembangan lebih lanjut melalui pendanaan tambahan, pelatihan lanjutan, dan kerja sama dengan dinas terkait. Diharapkan, proyek ini dapat menjadi model bagi kota lain dalam mengadopsi sistem manajemen sampah berbasis data.
Jika berhasil diimplementasikan secara penuh, inisiatif KELADATA berpotensi mengurangi biaya operasional pengelolaan sampah kota hingga 20%, serta memberikan dampak positif terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan warga Surakarta.




