Timwas Haji DPR Temukan Over Capacity Jemaah di Kamar Hotel dan Kekurangan Stok Obat
Timwas Haji DPR Temukan Over Capacity Jemaah di Kamar Hotel dan Kekurangan Stok Obat

Timwas Haji DPR Temukan Over Capacity Jemaah di Kamar Hotel dan Kekurangan Stok Obat

Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI yang dipimpin oleh Anggota Dewan Sri Wulan melakukan peninjauan ke Hotel 502 Safwat Alshuruq, Sektor 5 Raudhah, Makkah pada Jumat, 22 Mei 2026. Kunjungan ini bertujuan memantau kualitas pelayanan kepada jemaah haji selama menunaikan ibadah.

Hasil inspeksi mengungkap beberapa permasalahan serius. Pertama, ditemukan adanya penumpukan jemaah melebihi kapasitas kamar yang ditetapkan. Beberapa kamar yang dirancang untuk menampung dua orang ternyata menampung tiga hingga empat orang, menyebabkan kondisi ruang yang sempit dan menurunkan kenyamanan serta kebersihan.

Kedua, Timwas menemukan minimnya persediaan obat-obatan dasar di area layanan kesehatan hotel. Stok obat yang biasanya diperlukan untuk penanganan darurat ringan, seperti parasetamol, ibuprofen, dan obat anti-mual, sangat terbatas sehingga menghambat respons medis cepat bila diperlukan.

Temuan ini menimbulkan keprihatinan karena dapat berpotensi memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan jemaah, terutama di tengah situasi ibadah yang menuntut konsentrasi dan ketenangan. Timwas menilai bahwa penumpukan jemaah di kamar meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular, sementara kekurangan obat memperlemah kemampuan penanganan medis pertama.

Berikut rangkuman temuan utama:

  • Over capacity di kamar hotel, dengan rata-rata 3,2 orang per kamar yang seharusnya 2 orang.
  • Kekurangan stok obat esensial, dengan persediaan parasetamol hanya mencukupi untuk 30% kebutuhan harian.
  • Kurangnya pengawasan internal dari manajemen hotel terhadap standar akomodasi dan layanan kesehatan.

Timwas memberikan beberapa rekomendasi kepada pihak terkait, antara lain:

  1. Menegakkan standar kapasitas kamar sesuai regulasi, termasuk audit rutin untuk memastikan kepatuhan.
  2. Memperkuat rantai pasok obat dengan melibatkan supplier resmi dan menyiapkan cadangan minimal tiga hari.
  3. Meningkatkan koordinasi antara otoritas haji, manajemen hotel, dan lembaga kesehatan setempat untuk respons cepat terhadap keluhan jemaah.

Anggota Timwas berharap temuan ini dapat dijadikan dasar perbaikan kebijakan dan pengawasan, sehingga jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan terjamin kesehatannya.