Frankenstein45.Com – 07 Juni 2026 | TNI Angkatan Udara (AU) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) resmi menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan Bandara Kertajati, Majalengka, menjadi pusat perawatan dan perbaikan pesawat (MRO) khusus bagi pesawat militer Amerika Serikat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian pertahanan nasional sekaligus membuka peluang bagi industri penerbangan dalam negeri.
Beberapa poin utama dari rencana tersebut meliputi:
- Pembangunan fasilitas MRO berstandar internasional dengan area hangar, laboratorium, dan ruang kontrol kualitas.
- Pelatihan tenaga kerja teknis melalui program sertifikasi bersama lembaga pendidikan tinggi dan perusahaan asing.
- Investasi awal diperkirakan mencapai Rp 2,5 triliun selama lima tahun pertama.
- Integrasi dengan jaringan logistik darat dan laut untuk mendukung mobilitas suku cadang.
Dengan menjadikan Kertajati sebagai hub MRO, TNI AU berharap dapat mengurangi ketergantungan pada layanan perawatan di luar negeri, menurunkan biaya operasional, dan mempercepat proses perbaikan pesawat yang sedang beroperasi. Selain itu, keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat menarik perusahaan asing untuk berinvestasi di sektor aerospace Indonesia, menciptakan ribuan lapangan kerja, serta meningkatkan transfer teknologi.
Rencana implementasi dibagi menjadi tiga fase: fase persiapan (2024-2025) yang mencakup studi kelayakan dan perizinan; fase konstruksi (2026-2028) untuk pembangunan infrastruktur utama; serta fase operasional (2029 dan seterusnya) ketika fasilitas mulai melayani pesawat militer AS serta potensi ekspansi ke pesawat sipil.
Pemerintah menegaskan bahwa proyek ini akan tetap berada dalam kerangka kebijakan pertahanan negara dan tidak akan mengganggu kedaulatan wilayah udara Indonesia. Kerjasama ini juga sejalan dengan visi jangka panjang Indonesia menjadi pusat regional untuk layanan MRO di Asia Tenggara.




