Tragedi di Akses Suramadu: Bus Pariwisata Tabrak Motor dan Truk, 2 Tewas
Tragedi di Akses Suramadu: Bus Pariwisata Tabrak Motor dan Truk, 2 Tewas

Tragedi di Akses Suramadu: Bus Pariwisata Tabrak Motor dan Truk, 2 Tewas

Frankenstein45.Com – 04 Juli 2026 | Kecelakaan maut terjadi di akses Jembatan Suramadu, tepatnya di Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, pada Jumat, 3 Juli 2026, sekitar pukul 03.30 WIB. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan ini mengakibatkan dua orang tewas dan lima lainnya mengalami luka-luka.

Menurut informasi dari pihak kepolisian, kecelakaan dimulai ketika bus pariwisata Mandala Putra dengan nomor polisi M 7537 UA melaju dari arah selatan menuju utara. Sopir bus berinisial AS (61) diduga mengalami microsleep dan tidak menyadari laju kendaraannya yang sangat kencang. Saat tiba di lokasi kejadian, bus tersebut menabrak sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi W 2201 ZO yang dikendarai oleh pasangan suami istri, MR (45) dan UR (40), warga Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang.

Baca juga:

Setelah menabrak sepeda motor, bus tersebut terus melaju dan menabrak kendaraan lain yang berada di depannya, termasuk mobil Toyota Avanza berplat N 1890 NB, truk boks W 9042 PC, dan truk Fuso N 9144 UF. Kecelakaan ini menyebabkan sepeda motor yang ditumpangi oleh pasutri tersebut terseret sejauh 200 meter, mengakibatkan keduanya meninggal di lokasi kejadian.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bangkalan, Ipda Jauhari, mengungkapkan bahwa tidak ditemukan jejak pengereman di lokasi kejadian, yang semakin menguatkan dugaan bahwa sopir bus mengalami microsleep. “Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memeriksa kondisi kesehatan sopir bus dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lokasi,” ujarnya.

Setelah kejadian, unit penegakan hukum langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Lima orang yang mengalami luka-luka telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Arus lalu lintas di jalur tersebut sempat terhambat akibat kecelakaan, namun telah kembali normal setelah evakuasi kendaraan selesai dilakukan.

Baca juga:

Dalam insiden ini, sopir bus, AS, juga diperiksa lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Diketahui bahwa sebelum kejadian, sopir bus tidak tidur selama dua hari, yang berpotensi besar menyebabkan kelelahan dan kurangnya konsentrasi saat mengemudikan kendaraan.

Kecelakaan ini mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan di jalan raya, terutama bagi para pengemudi kendaraan umum yang bertanggung jawab atas keselamatan banyak penumpang. Diharapkan, kejadian serupa tidak akan terulang di masa mendatang dan semua pihak dapat lebih waspada dalam berkendara.