Tragedi di Lebanon: Identitas Lengkap 3 Prajurit TNI Gugur dan 5 Luka-Luka dalam Serangan Israel
Tragedi di Lebanon: Identitas Lengkap 3 Prajurit TNI Gugur dan 5 Luka-Luka dalam Serangan Israel

Tragedi di Lebanon: Identitas Lengkap 3 Prajurit TNI Gugur dan 5 Luka-Luka dalam Serangan Israel

Frankenstein45.Com – 01 April 2026 | Jakarta, 1 April 2026 – Penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) kembali didera duka setelah serangkaian insiden mematikan yang menimpa anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lebanon Selatan. Dalam rentang 24 jam, tiga prajurit TNI tewas dan lima lainnya mengalami luka-luka. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, mengungkapkan identitas lengkap para korban serta langkah-langkah penanggulangan yang telah diambil.

Insiden pertama terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, ketika sebuah serangan artileri Israel menabrak markas UNIFIL di sekitar Adchit Al Qusayr. Praka Farizal Rhomadhon, anggota Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS, menjadi korban jiwa. Ia meninggalkan seorang istri dan anak berusia dua tahun.

Harian berikutnya, Senin, 30 Maret 2026, dua prajurit lainnya tewas dalam ledakan kendaraan saat mengawal konvoi pasukan. Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, yang tergabung dalam Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII‑S/UNIFIL, gugur ketika kendaraan mereka meledak di jalur pengawalan dari Mako Sektor Timur UNIFIL (UNP 7‑2) menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII‑S/UNIFIL (UNP 7‑1). Kedua prajurit tersebut merupakan bagian penting dari Unit Eskalasi Mobile Reserve (SEMR) yang bertugas menjaga keamanan konvoi.

Selain tiga korban meninggal, lima prajurit mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda. Praka Rico Pramudia dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St. George, Beirut, untuk perawatan lanjutan. Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Letnan Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, serta Praka Deni Rianto juga menerima perawatan medis, dua di antaranya di Hospital Level I UNIFIL dan tiga lainnya di rumah sakit Beirut.

Daftar Identitas Prajurit TNI Korban

Nama Pangkat Unit Status
Praka Farizal Rhomadhon Praka Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS Meninggal
Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar Kapten (Inf) Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII‑S/UNIFIL Meninggal
Sertu Muhammad Nur Ichwan Sertu Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII‑S/UNIFIL Meninggal
Praka Rico Pramudia Praka Luka berat (evakuasi ke St. George, Beirut)
Praka Bayu Prakoso Praka Luka ringan (Hospital Level I UNIFIL)
Praka Arif Kurniawan Praka Luka ringan (Hospital Level I UNIFIL)
Letnan Infanteri Sulthan Wirdean Maulana Letnan (Inf) Luka sedang (St. George, Beirut)
Praka Deni Rianto Praka Luka sedang (St. George, Beirut)

Mayjen Aulia menegaskan bahwa UNIFIL telah meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku. “Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, dan hingga kini belum dapat dipastikan secara pasti pihak yang menyebabkan ledakan tersebut. Investigasi masih berlangsung oleh UNIFIL,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Selain langkah investigasi, TNI juga melakukan koordinasi intensif dengan pasukan PBB dan otoritas Lebanon untuk memastikan evakuasi cepat serta perawatan medis bagi korban luka. Seluruh keluarga korban telah menerima dukungan logistik dan psikologis dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan).

Serangkaian kejadian ini menambah beban moral bagi pasukan TNI yang berada di zona konflik, namun menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi dalam upaya pemeliharaan perdamaian internasional. Pemerintah menegaskan akan terus memantau situasi dan menyiapkan langkah kontijensi guna melindungi keselamatan prajurit di luar negeri.

Dengan total delapan prajurit yang menjadi korban – tiga tewas dan lima luka – tragedi ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi pasukan perdamaian. Keluarga, rekan, serta seluruh elemen bangsa diharapkan memberikan doa dan dukungan penuh bagi para pahlawan yang mengabdi di negeri orang.