Transformasi Combat Force ke Strategic Force, KSAD Maruli Hingga Luhut Isi Seminar Nasional TNI AD di Seskoad
Transformasi Combat Force ke Strategic Force, KSAD Maruli Hingga Luhut Isi Seminar Nasional TNI AD di Seskoad

Transformasi Combat Force ke Strategic Force, KSAD Maruli Hingga Luhut Isi Seminar Nasional TNI AD di Seskoad

Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Seminar Nasional TNI Angkatan Darat yang diselenggarakan di Seskoad Bandung pada hari ini mempertemukan tokoh-tokoh strategis, antara lain Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simbolon dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Kedua pemimpin tersebut mengisi sesi utama dengan fokus pada transformasi konsep “Combat Force” menjadi “Strategic Force” serta implikasinya terhadap perekonomian nasional.

Transformasi tersebut dipandang sebagai upaya memperkuat kesiapan operasional TNI AD di era keamanan multidimensi. KSAD Maruli menekankan bahwa peralihan ke Strategic Force menuntut peningkatan kemampuan intelijen, teknologi siber, serta sinergi lintas sektor pertahanan. Menurutnya, perubahan paradigma ini akan menambah fleksibilitas dalam merespons ancaman konvensional maupun non‑konvensional.

Luhut menambahkan bahwa sinergi antara pertahanan dan ekonomi menjadi kunci utama. Ia menyoroti pentingnya pemanfaatan industri pertahanan domestik, pengembangan teknologi lokal, serta investasi dalam rantai pasokan strategis yang dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Poin‑poin utama yang dibahas dalam seminar dapat dirangkum sebagai berikut:

  • Pergeseran Doktrin: Dari fokus pada kekuatan tempur tradisional menuju kemampuan strategis yang mengintegrasikan intelijen, cyber, dan ruang angkasa.
  • Peningkatan Kemandirian: Penguatan industri pertahanan dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
  • Kolaborasi Sipil‑Militer: Kerjasama dengan sektor swasta dan lembaga penelitian untuk mempercepat inovasi teknologi.
  • Kontribusi pada Ekonomi: Proyek-proyek pertahanan diharapkan menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekspor, dan mendukung kebijakan industrialisasi nasional.

Selain pembahasan strategis, seminar juga menyinggung tantangan logistik, kebutuhan pelatihan personel yang berkelanjutan, serta pentingnya pembaruan peralatan militer agar selaras dengan standar internasional.

Para peserta, yang meliputi perwira tinggi TNI AD, pejabat kementerian terkait, serta perwakilan industri pertahanan, menyambut baik arahan tersebut. Mereka menekankan bahwa implementasi transformasi ini memerlukan koordinasi yang intensif serta alokasi anggaran yang tepat.

Seminar Nasional TNI AD ini diharapkan menjadi titik tolak bagi percepatan modernisasi pertahanan Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan industri strategis.